MILAN – Februari yang identik dengan bulan kasih sayang ternyata tidak selalu manis bagi tiga klub pemuncak klasemen di liga elite Eropa. Minggu (20/2), Manchester City sebagai peringkat pertama Premier League, Paris Saint-Germain yang teratas di Ligue 1, dan AC Milan sebagai capolista Serie A sama-sama gagal meraih hasil absolut.
City dipermalukan Tottenham Hotspur 2-3 di kandang sendiri, Etihad Stadium, dan PSG juga takluk 1-3 saat melawat ke markas FC Nantes, Stade de la Beaujoire. Sementara AC Milan memang tidak kalah. Tetapi, ditahan seri 2-2 oleh tim juru kunci US Salernitana serasa kalah bagi Rossoneri.
Bagaimana tidak, sebelum laga di Stadio Arechi, AC Milan menyapu bersih tiga kemenangan selama Februari. Dua laga di Serie A dan kemenangan 4-0 atas SS Lazio dalam perempat final Coppa Italia.
Kegagalan meraih kemenangan atas US Salernitana juga rentan dibayar mahal oleh AC Milan. Posisi tim asuhan Stefano Pioli itu bisa longsor ke peringkat ketiga seandainya Inter Milan bisa mengalahkan US Sassuolo dini hari tadi (21/2) dan SSC Napoli mengalahkan Cagliari Calcio dini hari nanti (22/2). Itu masih ditambah Inter memiliki sisa tabungan laga.
”Kami lebih kecewa sekadar dari hasil akhir (seri, Red) karena kami tidak memainkan sepak bola terbaik kami sepanjang bulan ini. Saya pikir kami beruntung masih bisa mendapatkan satu poin,” papar Pioli sebagaimana dilansir Tribal Football.
Untuk City dan PSG, kekalahan mereka masih ”terampuni”. Sebab, City dan PSG tidak akan tergeser dari singgasana mereka sebagai pemuncak klasemen pekan ini, bahkan sampai pekan depan. Sebab, gap The Citizens maupun Les Parisiens dengan rival terdekat mereka memang tidak rapat. City, misalnya, masih unggul 6 poin (63-57) dari Liverpool FC. PSG malah berjarak hingga 13 poin (59-46) dari Olympique de Marseille.
”Musim ini masih punya banyak pertandingan. Yang terpenting adalah reaksi kami setelah kekalahan ini,’’ ucap pelatih City Pep Guardiola kepada Manchester Evening News.
Lawan City berikutnya di Premier League adalah Everton asuhan Frank Lampard (27/2). ”Semoga kami bisa menutup bulan ini dengan bagus,” imbuh Pep. Sebagai perbandingan, musim lalu City sukses sapu bersih enam matchweek yang tersedia sepanjang Februari dan capaian tersebut punya peran penting atas capaian The Citizens sebagai juara.
Sementara itu, kekalahan PSG dianggap karena terlalu meremehkan lawan. Padahal, FC Nantes di Ligue 1 musim ini memang tim kuda hitam. Nyaris terdegradasi musim lalu, kini tim asuhan Antoine Kombouare diluar dugaan merangsek ke lima besar. Rekam jejak Komboure yang mantan bek sekaligus entraineur PSG juga punya peran menyetop streak kemenangan Les Parisiens sepanjang Februari.
”Kami bermain efisien sejak menit awal dan mereka (PSG, Red) tidak. Kami juga belajar dari laga sebelumnya,” tutur Komboure kepada Maxifoot. Ketika bermain di Parc des Princes pada journee ke-14 (21/11/2021), FC Nantes yang unggul jumlah pemain dalam 25 menit terakhir malah kalah 1-3.
PSG ditengarai juga masih terbuai sukses di Liga Champions. Yaitu ketika Marquinhos dkk sukses menaklukkan Real Madrid 1-0 dalam first leg 16 besar di kandang (16/2). Seolah berkebalikan dengan PSG, Real berhasil bangkit dari kekalahan di Liga Champions dengan mengalahkan Deportivo Alaves 3-0 di La Liga kemarin. (io/dns)
Editor : izak-Indra Zakaria