Rafael Nadal memperbarui catatan kemenangan awal musimnya menjadi 12 kali berturut-turut. Catatan tersebut didapat setelah mengalahkan petenis Amerika Serikat Stefan Kozlov dengan skor 6-0, 6-3 di babak kedua Mexican Open pada Rabu malam waktu Acapulco, atau Kamis WIB.
Bintang tenis pemilik 21 gelar Grand Slam ini sebelumnya hanya mengantongi catatan terbaik meraih 11 kemenangan pada awal musim, yakni pada 2014. Tren positif itu diakhiri Stanislas Wawrinka pada final Australia Terbuka tahun itu.
Setelah menyabet gelar dari Australia Terbuka dan Melbourne Summer Set, kini Nadal berambisi memenangi turnamen ketiganya tahun ini di ATP 500 Acapulco. Dalam karir tenis profesionalnya, petenis asal Spanyol ini sudah mengantongi 91 gelar juara dari berbagai turnamen di seluruh dunia. Namun langkahnya di Mexican Open juga bakal tantangan berat menghadapi Daniil Medvedev, jika keduanya lolos ke semifinal.
Karena Medvedev juga dipastikan akan tampil maksimal mengingat ia memiliki misi untuk menjadi petenis peringkat satu dunia, jika berhasil menjuarai dari Mexican Open. Jika keduanya bertemu, itu akan menjadi ulangan final Australia Terbuka bulan lalu.
Nadal menceritakan, kadang ia bisa punya peluang untuk memupuk poin secara beruntun jika bermain secara cermat. Namun sedikit saja lengah maka Kozlov bisa berbalik mendikte tempo permainan. Enggan memperpanjang jadwal pertandingan maraton di Acapulco, Nadal pun mempercepat temponya dan memenangi tujuh poin terakhir agar lolos ke perempat final hanya dalam waktu satu jam.
Setelah mengalahkan Denis Kudla dan Kozlov pada babak pembukaan, Nadal akan menghadapi petenis Amerika lainnya Tommy Paul pada perempat final. Paul menang 7-6(6), 2-6, 7-5 atas Dusan Lajovic pada Rabu pagi. (jpc)
Editor : izak-Indra Zakaria