Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ingin Kelak Lolos Bersama Segiri

izak-Indra Zakaria • 2023-05-19 10:06:26
PERLU DUKUNGAN: Stadion Segiri harus banyak dibenahi bila ingin menjadi bagian dari perjuangan Borneo FC Samarinda dalam mewujudkan mimpi bersaing di Asia.
PERLU DUKUNGAN: Stadion Segiri harus banyak dibenahi bila ingin menjadi bagian dari perjuangan Borneo FC Samarinda dalam mewujudkan mimpi bersaing di Asia.

SAMARINDA—Borneo FC Samarinda menjadi satu di antara segelintir klub di Indonesia yang dinyatakan memenuhi persyaratan regulasi AFC Championship, AFC Cup, dan Liga 1. Hal itu merupakan keputusan Komite Lisensi Klub PSSI yang menggelar rapat di Jakarta, Rabu (17/5).

Di level AFC Championship, selain Borneo FC Samarinda, ada Bali United FC, Madura United FC, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan PSM Makassar. Kemudian untuk pemenuhan syarat regulasi untuk AFC Cup dan Liga 1, selain Pesut Etam, ada Bali United FC, Madura United FC, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar.

"Dengan melihat dan mendengarkan paparan dari Departemen Klub Lisensi, Komite memutuskan secara kolektif kolegial terhadap hasil lisensi klub musim 2022/2023. Komite juga nantinya akan menyampaikan hasil ini kepada ketua umum PSSI," ujar Ketua Komite Lisensi Klub PSSI Timmy Setiawan.

Kabar tersebut disambut hangat seluruh elemen klub. Bagi mereka, keberhasilan itu adalah buah kerja sama seluruh elemen dalam tim. "Di Borneo FC sudah pada sadar sekali soal ini. Jadi, seluruh pihak berusaha mengejar predikat ini. Dari Bos Nabil Husein hingga lini terdepan pun tahu dan bersungguh-sungguh dalam prosesnya. Kami menyadari betapa pentingnya club licensing ini," ucap Kepala Kantor Borneo FC Samarinda Abe Hedly Sundana.

Capaian ini bukan kali pertama untuk Borneo FC. Sebelumnya, mereka sudah mencapai predikat serupa pada 2018, 2020, 2021, dan tahun ini. "Keseriusan Borneo FC juga bisa dilihat dari dibentuknya Departemen Club Licensing. Ketuanya Reza Katamsi dan anggotanya dari seluruh bidang di Borneo FC," urai dia.

Sayangnya, untuk bisa memenuhi kualifikasi itu, mereka harus mengandalkan stadion di luar Samarinda. Untuk diketahui, demi memenuhi syarat lisensi kali ini, mereka mendaftarkan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. “Saat 2021, menggunakan Stadion Pakansari. Untuk (Stadion) Segiri, belum bisa, karena untuk memenuhi kualifikasi itu, masih banyak yang perlu dibenahi,” terang Abe.

Meski begitu, pihaknya mengapresiasi Pemkot Samarinda selaku pemilik Stadion Segiri, yang belakangan turut memberi perhatian kepada stadion berjuluk Theatre of Hell itu. Karena itu, sejak beberapa waktu terakhir, terlihat pembenahan sana-sini. Di antaranya, pemasangan lampu LED untuk menerangi lapangan bila ada pertandingan malam.

“Pemkot sudah merespons dengan beberapa upayanya. Ini senapas dengan upaya kami memastikan tim ini memenuhi standar dari sisi administrasi. Kita doakan agar Stadion Segiri kelak bisa memenuhi standar tersebut, sehingga kita tidak perlu lagi mengandalkan stadion lain untuk bisa tampil di level Asia,” jelasnya.

Mengandalkan fasilitas orang lain, tentu tak sama rasanya bila dibandingkan dengan “milik” sendiri. “Meski lolos standar, kebanggaannya akan jauh lebih terasa bila menggunakan fasilitas sendiri,” imbuh dia.

Sementara itu, dari sisi tim, sudah terus mengupayakan untuk bisa merebut tiket untuk tampil di AFC. Itu dibuktikan dari peningkatan capaian dari tahun ke tahun. Musim lalu, Pesut Etam finis di peringkat keempat. Adapun musim ini mereka berambisi bisa meraih posisi lebih baik. “Karena memang semangat di tim sama dari semua lini. Borneo FC Samarinda ingin tampil di level yang jauh lebih tinggi,” pungkasnya. (ndy/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria