TEKAD skuad Persebaya Surabaya untuk bangkit usai libur kompetisi sangat besar. Pekerjaan rumah yang diberikan oleh staf pelatih selama libur dikerjakan dengan baik. Termasuk Kasim Botan.
Selama pulang kampung ke Pulau Adonara, Kasim selalu melaporkan hasil pengerjaan program kepada pelatih fisik Muhammad Alimudin. Bahkan, dia menambah latihan sendiri di luar program yang diberikan. ’’Kadang latihan pagi, kadang sore, saya latihan di pantai dekat rumah,’’ ungkapnya.
Pemain 26 tahun itu mengaku tetap menjaga kondisi fisiknya meski libur kompetisi. Dia sadar Persebaya butuh kemenangan untuk bisa naik dari papan bawah klasemen. Salah satu untuk mewujudkannya adalah menjaga dan menaikkan kondisi fisik.
Selain itu, dia juga menjaga rasa ’’lapar’’ akan kemenangan. Kasim menegaskan, rekan-rekannya setim juga sangat berambisi untuk kembali memberikan kemenangan bagi Green Force. ’’Kami optimistis bisa bangkit,’’ katanya ketika dihubungi Jawa Pos (1/1).
Kasim menegaskan ingin lebih baik dibandingkan penampilannya sebelum libur kompetisi bersama Persebaya. Yang jelas, dia ingin segera bisa mencetak gol perdana untuk Persebaya. Sejauh ini, dari 19 penampilan, dia hanya mencatatkan dua kali assist saja.
Kasim makin bersemangat menyongsong agenda latihan Persebaya pada 7 Januari mendatang. Itu karena bakal hadirnya pelatih baru Paul Munster. ’’Saya sudah tidak sabar. Dulu waktu masih di Bhayangkara FC tidak sempat dilatih coach Paul,’’ jelasnya.
Ya, Paul Munster keluar dari Bhayangkara FC ketika Kasim bergabung musim 2021–2022. Dia mengaku mendengar banyak cerita soal kecerdasan dan kedisiplinan pelatih 41 tahun tersebut. ’’Semoga kami bisa bekerja sama dengan baik. Yang jelas, bisa membawa Persebaya kembali ke papan atas,’’ harapnya. (rid/c17/ali/jpg/er)
Editor : izak-Indra Zakaria