Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Taekwondo Fokus Tingkatkan Fisik Atlet

izak-Indra Zakaria • Rabu, 17 Januari 2024 - 20:45 WIB
LAKUKAN EVALUASI: Pengprov TI Kaltim terus memantau perkembangan latihan atletnya.
LAKUKAN EVALUASI: Pengprov TI Kaltim terus memantau perkembangan latihan atletnya.

SAMARINDA–Setelah mengikuti pertandingan di Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) medio Oktober lalu, tim Taekwondo Kaltim kini berfokus untuk meningkatkan kondisi fisik para atlet.

Faktor fisik menjadi sorotan khusus, sementara komposisi kekuatan masih dalam penilaian, dengan melihat perkembangan latihan mandiri yang dilakukan oleh para atlet. Aidin Subihartanto Hadi, ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Kaltim menyatakan, para atletnya tampil maksimal dan memberikan kesulitan bagi tim dari luar pada babak pertama pertandingan di BK PON. Namun, performa mereka mengalami penurunan pada babak kedua, yang disebabkan oleh kondisi fisik. "Teknik atlet Kaltim setara dengan peserta lainnya," ujarnya pada Selasa (16/1).

Kurangnya persiapan saat mengikuti BK PON dianggap sebagai salah satu faktor penyebab penurunan performa. Aidin menambahkan bahwa meskipun waktu persiapan terbilang cukup renggang, upaya maksimal akan dilakukan untuk meningkatkan fisik tim taekwondo Kaltim menuju PON yang akan datang dalam kurun waktu sekitar 9 bulan. "Waktu yang panjang ini akan digunakan untuk persiapan yang lebih baik, semoga dapat memberikan hasil yang memuaskan," tambahnya.

Saat ini, para atlet sedang menjalani latihan mandiri di berbagai daerah seperti Samarinda, Balikpapan, dan Berau. Proses persiapan umum sedang berlangsung, seiring dengan persiapan untuk menuju tahap sentralisasi berikutnya.

Aidin menegaskan, para pelatih dan Binpres (Bina Prestasi) telah menetapkan standar target fisik bagi para atlet yang akan berkompetisi di PON, yaitu rentang 60–70 persen. Meskipun komposisi skuad taekwondo belum pasti, mereka terus memantau perkembangan atlet dan mempertimbangkan kemungkinan pergeseran kelas pertandingan.

"Akan ada evaluasi terhadap perkembangan atlet, mungkin terjadi pergeseran di satu atau dua kelas. Kami akan menyesuaikan dengan desentralisasi yang berlangsung, dan pengaturan entry by kelas akan kami laksanakan," tegas Aidin. (tom/k8)

EKO PRALISTIO
pralistioeko@gmail.com

Editor : izak-Indra Zakaria