Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Terdampak Efisiensi Anggaran Kemenpora, Atlet Panahan Kembar Asal Malinau Dipulangkan dari Pelatnas

Indra Zakaria • Sabtu, 29 Maret 2025 - 18:45 WIB
DIPULANGKAN: Atlet Panahan Kabupaten Malinau, Dzakira dan Dzakiyah.
DIPULANGKAN: Atlet Panahan Kabupaten Malinau, Dzakira dan Dzakiyah.

 

Dua atlet panahan kembar asal Kabupaten Malinau, Dzakira dan Dzakiyah, yang sebelumnya tengah dipersiapkan untuk memperkuat tim nasional pada ajang Asian Youth Games (AYG) 2025, dipulangkan sementara dari pemusatan latihan nasional (pelatnas).

Hal ini disebabkan oleh kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Sebelumnya, Dzakira dan Dzakiyah berhasil mengharumkan nama Kalimantan Utara dengan meraih medali emas pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 lalu di Aceh dan Sumatera Utara mewakili Kalimantan Utara.

Ketua Persatuan Panahan Indonesia Kabupaten Malinau, Helmi Pandawa mengatakan, saat ini kedua atlet tersebut, bersama atlet-atlet junior lainnya, terpaksa harus menghentikan sementara proses pelatnas karena adanya pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat dan telah dipulangkan pada 28 Februari lalu.

“Alhamdulillah, adik-adik kita ini sudah beberapa bulan menjalani pelatnas. Namun, karena ada efisiensi anggaran dari Kemenpora, khususnya untuk peserta junior, mereka sementara dipulangkan,” jelasnya.

Terkait keikutsertaan di ajang Asian Youth Games yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2025, Perpani Malinau menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian dari Kemenpora. Mereka berharap Dzakira dan Dzakiyah bisa kembali dipanggil untuk mengikuti pelatnas dan tampil di kejuaraan internasional tersebut.

“Kita belum tahu, karena surat resmi dari Kemenpora terakhir memang hanya menyebutkan pemulangan karena efisiensi. Tapi kami tetap berharap, suatu saat nanti mereka bisa dipanggil lagi. Harapan kami, adik-adik ini bisa membawa nama Malinau, Kaltara, bahkan Indonesia di kancah internasional,” bebernya.

Meskipun situasi belum pasti, pihak Perpani Malinau, para pelatih, dan atlet sendiri tidak ingin larut dalam ketidakpastian. Dzakira dan Dzakiyah tetap menjalani latihan rutin di Malinau bersama pelatih yang sudah membimbing mereka sejak awal.

"Kami tidak mau hanya menunggu tanpa persiapan. Walaupun dipulangkan dari pelatnas, kami tetap melatih mereka secara serius di sini. Apalagi pelatih yang menangani mereka saat ini adalah pelatih yang memang sudah mendampingi dari awal. Jadi mereka tetap terjaga dan siap kapan pun dipanggil kembali," ujarnya.

Helmi juga menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang berimbas pada pemulangan para atlet junior, adalah kebijakan langsung dari pemerintah pusat melalui Kemenpora, karena seluruh pembiayaan kegiatan pelatnas hingga keberangkatan ke luar negeri sepenuhnya merupakan tanggung jawab Kemenpora.

"Kalau kami di daerah tentu tetap berharap yang terbaik. Tapi memang segala bentuk kegiatan, baik itu Pelatnas maupun keikutsertaan di event internasional seperti AYG, semuanya dari Kemenpora," ucapnya.

Dzakira dan Dzakiyah saat ini masih menjalani latihan rutin di Malinau sembari menunggu kembali kabar resmi dari Kemenpora. Besar harapan Perpani Malinau agar keduanya bisa kembali memperkuat Merah Putih di panggung olahraga Asia. (*dips)

 

Editor : Indra Zakaria