LAS VEGAS – Keputusan UFC menempatkan duel antara Umar Nurmagomedov melawan mantan juara Deiveson Figueiredo di sesi prelims (laga pembuka) UFC 324 mengundang tanda tanya besar dari publik MMA. Pasalnya, laga ini dianggap memiliki bobot bintang yang layak mengisi kartu utama, terutama setelah batalnya duel akbar Kayla Harrison vs Amanda Nunes.
Namun, Umar Nurmagomedov menanggapi polemik tersebut dengan sangat dingin. Petarung dengan rekor 19-1 ini menegaskan bahwa posisi jadwal tidak akan memengaruhi performanya di T-Mobile Arena, Las Vegas, akhir pekan ini.
"Bagi saya, itu tidak masalah. Saya bahkan bisa bertarung di jalanan di luar sana. Saya hanya butuh oktagon, waktu, dan saya bahkan tidak butuh juri di sana. Saya tidak peduli (soal posisi di jadwal)," ujar Umar tegas dalam sesi media day UFC 324.
Selain soal jadwal, sepupu dari legenda Khabib Nurmagomedov ini juga menyentil pernyataan Sean O'Malley. Sebagaimana diketahui, laga O'Malley vs Song Yadong naik pangkat menjadi co-main event dan diklaim O'Malley sebagai jalur menuju perebutan sabuk juara. Umar secara blak-blakan menyatakan ketidaksetujuannya.
Umar merasa jalur perebutan gelar di kelas bantam saat ini masih sangat dinamis. Ia memprediksi setelah laga akhir pekan ini, dirinya lebih layak maju memperebutkan titel, sementara nama-nama seperti Merab Dvalishvili dan Petr Yan mungkin akan menjalani laga ulang (rematch).
"Saya tidak merasa dia (O'Malley) akan menjadi penantang selanjutnya. Mungkin setelah pertarungan ini, kami yang akan maju memperebutkan gelar. Apapun opsinya, saya akan selalu siap," tambahnya.
Duel Umar Nurmagomedov melawan Deiveson Figueiredo diprediksi akan menjadi laga paling teknis di UFC 324. Meski berstatus laga pembuka, bentrokan ini diyakini akan menjadi penentu arah persaingan papan atas kelas bantam untuk sisa tahun 2026. (*)
Editor : Indra Zakaria