Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Eileen Gu, Atlet Ski Cantik yang Pindah Kewarganegaraan dari AS ke China, Dipuja di China, Dianggap Pengkhianat oleh Amerika

Redaksi Prokal • 2026-02-19 09:55:00
Eileen Gu
Eileen Gu

PROKAL.CO- Eileen Gu, atau yang dikenal di Tiongkok sebagai Gu Ailing, tetap menjadi salah satu atlet paling fenomenal sekaligus memicu perdebatan di era olahraga modern. Remaja kelahiran San Francisco ini tidak hanya mencuri perhatian lewat dominasinya di atas salju, tetapi juga karena keputusannya yang berani—dan bagi sebagian orang, kontroversial—untuk berpindah kewarganegaraan olahraga dari Amerika Serikat ke Tiongkok.

Kepindahan kewarganegaraan ini bahkan membuat Wakil Presiden AS JD Vance geram. Ia menyebyt Eileen tak tahu terimakasih. ""Seseorang yang tumbuh besar di Amerika Serikat, yang mendapatkan manfaat dari sistem pendidikan kita, dari kebebasan dan kemerdekaan yang membuat negara ini luar biasa, saya berharap mereka ingin berkompetisi untuk Amerika Serikat," ujar Vance pedas.

Sebagai peraih tiga medali pada Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 (dua emas dan satu perak), Gu telah bertransformasi menjadi wajah global bagi olahraga ekstrem. Namun, popularitasnya diiringi oleh garis pemisah tajam antara pujian atas prestasinya dan kritik mengenai posisi politiknya.

Keputusan Kewarganegaraan yang Membelah Opini

Kontroversi utama yang menyelimuti Gu adalah status kewarganegaraannya. Lahir dan besar di AS dari ibu asal Tiongkok dan ayah asal AS, Gu mengumumkan pada tahun 2019 bahwa ia akan berkompetisi untuk Tiongkok. Keputusan ini memicu reaksi keras di Amerika Serikat, di mana beberapa pihak menuduhnya "tidak tahu berterima kasih" setelah menerima pelatihan dan fasilitas olahraga kelas dunia di AS.

Di sisi lain, publik Tiongkok memujanya sebagai pahlawan nasional. Namun, pertanyaan mengenai apakah ia telah melepaskan paspor AS-nya—mengingat Tiongkok tidak mengakui kewarganegaraan ganda—tetap menjadi misteri yang enggan ia jawab secara mendetail. Gu sering kali berkelit dengan kalimat terkenalnya: "Ketika saya di AS, saya orang Amerika. Ketika saya di Tiongkok, saya orang Tiongkok."

Eileen Gu juga sering dikritik karena sikap diamnya terhadap isu-isu sensitif di Tiongkok, seperti masalah hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi. Sebagai figur yang vokal terhadap isu Black Lives Matter dan pemberdayaan perempuan di Amerika Serikat, sikap "netral" Gu terhadap isu di Tiongkok dianggap oleh para pengkritiknya sebagai standar ganda demi menjaga kontrak iklan bernilai jutaan dolar dari perusahaan-perusahaan besar Tiongkok.

Salah satu momen yang paling disorot adalah ketika ia mengomentari penggunaan VPN di Tiongkok dalam sebuah unggahan Instagram. Gu menyatakan bahwa siapa pun bisa mengunduh VPN untuk mengakses internet bebas, sebuah pernyataan yang dinilai tidak peka (tone-deaf) mengingat banyak warga Tiongkok menghadapi hambatan hukum dan teknis untuk melakukan hal yang sama.

Meskipun penuh tekanan, Gu tetap teguh pada misinya untuk menginspirasi jutaan gadis muda di Tiongkok untuk terjun ke dunia olahraga musim dingin. Ia memposisikan dirinya sebagai jembatan budaya antara Timur dan Barat melalui olahraga. Namun, kritikus berpendapat bahwa posisinya lebih mencerminkan kesepakatan komersial yang cerdas daripada upaya diplomasi yang tulus.

Dengan kontrak dari merek mewah seperti Louis Vuitton, Tiffany & Co., hingga raksasa teknologi Tiongkok, Gu diperkirakan telah mengumpulkan kekayaan luar biasa, menjadikannya salah satu atlet wanita dengan bayaran tertinggi di dunia. Di tengah semua itu, satu hal yang tidak bisa dibantah: di atas gunung salju, bakatnya tidak tertandingi. (*)

Editor : Indra Zakaria