HOUSTON – Sean Strickland datang ke Houston dengan ekspektasi akan menjalani pertarungan yang "menyengsarakan" melawan Anthony "Fluffy" Hernandez. Namun, di dalam oktagon Toyota Center pada Minggu (22/2/2026) siang WIB, justru sang lawanlah yang harus merasakan penderitaan tersebut. Strickland sukses mencetak kemenangan KO pertamanya dalam dua tahun terakhir setelah menghentikan Hernandez di menit 2:33 ronde ketiga.
Kemenangan ini menjadi ajang penebusan dosa yang sempurna bagi petarung berusia 34 tahun tersebut. Setelah kekalahan mengecewakan dari Dricus du Plessis pada Februari 2025 yang dianggap sebagai salah satu performa terburuknya, Strickland kembali dengan versi yang lebih tajam. Meski berstatus sebagai underdog di bursa taruhan, petarung asal Las Vegas ini berhasil mematahkan dominasi Hernandez yang sebelumnya memegang rekor delapan kemenangan beruntun.
Pasca pertarungan, atmosfer panas yang sempat terjadi saat sesi timbang badan seketika mencair menjadi rasa hormat yang mendalam. Strickland secara mengejutkan melontarkan pujian setinggi langit untuk lawannya.
"Setelah pertarungan ini, saya merasa seperti bagian dari orang Meksiko. Itu adalah perang yang luar biasa. Jujur saja, Fluffy adalah sosok pria yang saya impikan. Dia seorang suami, ayah, dan pekerja keras—dia pria yang lebih baik daripada yang bisa saya harapkan," ujar Strickland dengan nada emosional di atas oktagon.
Secara teknis, Sean mendominasi jalannya laga dengan statistik serangan 92 berbanding 62. Puncak kejayaannya terjadi di ronde ketiga saat sebuah lutut (knee) mendarat telak ke arah ulu hati Hernandez, yang kemudian disusul dengan kombinasi pukulan tubuh dan uppercut maut yang memaksa wasit menghentikan laga.
Kemenangan ini sekaligus membuka kembali ambisi Strickland untuk merebut takhta kelas menengah. Meskipun ia menyadari ketidakpastian aktivitas sang juara bertahan saat ini, Khamzat Chimaev, Strickland tidak ragu untuk melontarkan tantangan terbuka.
"Jika Chimaev mau turun dari bangku cadangan, saya ingin melawannya. Kita tidak pernah tahu apa yang ada di pikiran orang itu, tapi itulah yang saya inginkan," tegas Strickland.
Bagi Anthony Hernandez, kekalahan ini menjadi akhir dari catatan tak terkalahkannya sejak 2021. Meski kecewa karena merasa sempat memberikan perlawanan seimbang di dua ronde awal, petarung berusia 32 tahun ini berjanji untuk bangkit lebih kuat. "Saya mungkin ceroboh dan terkena lutut tepat di tengah. Tidak apa-apa, saya akan kembali ke papan strategi dan menjadi lebih baik lagi," pungkas Hernandez. (*)
Editor : Indra Zakaria