PROKAL.CO- Dunia tinju kelas welter baru saja menyaksikan fajar baru setelah Ryan "King Ry" Garcia secara dominan merebut sabuk juara dunia World Boxing Council (WBC). Bertarung di T-Mobile Arena, Las Vegas, Garcia membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar bintang media sosial dengan menundukkan Mario Barrios lewat keputusan bulat yang mutlak. Skor 119-108, 120-107, dan 118-109 menjadi bukti betapa Garcia memegang kendali penuh atas kompatriotnya tersebut sepanjang laga.
Namun, euforia kemenangan ini hanyalah persinggahan singkat. Dalam konferensi pers pasca-laga yang disiarkan melalui kanal YouTube Fight Hub TV, Garcia langsung mengarahkan bidikannya ke target yang lebih besar dan bersifat personal: Shakur Stevenson. Petinju yang baru saja merebut gelar juara dunia kelas welter junior WBO dari Teofimo Lopez pada Januari 2025 tersebut menjadi prioritas utama Garcia untuk laga penyatuan gelar sekaligus penuntasan urusan masa lalu.
Rivalitas antara Garcia dan Stevenson bukanlah hal baru, melainkan bara api yang sudah menyala sejak level amatir. Garcia mengungkapkan bahwa dirinya masih menyimpan dendam atas hasil pertemuan mereka di masa lalu yang menurutnya dipengaruhi oleh faktor di luar ring. Baginya, pertarungan ulang di level profesional adalah cara terbaik untuk membuktikan siapa yang lebih unggul tanpa campur tangan politik tinju.
Menatap potensi laga tersebut, Garcia memprediksi sebuah pertarungan teknis dengan intensitas kecepatan yang luar biasa. Ia menyadari bahwa Stevenson memiliki kemampuan bertahan yang cerdas, namun Garcia menekankan bahwa lawannya itu tidak akan bisa lengah sedetik pun saat menghadapi kekuatannya. Sebelum melangkah ke negosiasi besar tersebut, Garcia berencana untuk fokus pada pemulihan cedera tangan yang dialaminya saat menghadapi Barrios.
Kemenangan atas Barrios kini mempertegas posisi Garcia di kasta tertinggi tinju dunia dengan rekor 25 kemenangan, termasuk 20 KO. Dengan status barunya sebagai juara dunia kelas welter WBC, tantangan melawan Stevenson bukan hanya sekadar laga perebutan sabuk, melainkan panggung pembuktian bagi "King Ry" untuk mengukuhkan dominasinya di kancah tinju global. (*)
Editor : Indra Zakaria