PROKAL.CO- Keberhasilan Islam Makhachev mengukir sejarah pada 16 November 2025 di UFC 322 bukan sekadar menambah koleksi sabuk di lemarinya. Dengan kemenangan mutlak atas Jack Della Maddalena, petarung asal Dagestan ini tidak hanya sah menjadi penguasa kelas welter, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai petarung nomor satu Pound-for-Pound (P4P) di dunia.
Pencapaian langka sebagai double champion ini secara otomatis melambungkan nilai komersial dan kekayaannya ke level yang hanya bisa dicapai oleh segelintir atlet elit dalam sejarah MMA.Memasuki awal 2026, kekayaan bersih Islam Makhachev diperkirakan telah menembus angka US$12 juta hingga US$18 juta (sekitar Rp188 miliar hingga Rp282 miliar).
Lonjakan drastis ini didorong oleh struktur kontrak baru yang ia terima sebagai raja dua divisi. Kini, setiap kali Islam melangkah masuk ke dalam oktagon, ia tidak lagi hanya menerima gaji pokok jutaan dolar, tetapi juga menikmati bagi hasil dari penjualan Pay-Per-View (PPV) yang masif, terutama mengingat basis penggemarnya yang sangat loyal di wilayah Timur Tengah dan Rusia.Status sebagai wajah utama UFC memberikan daya tawar yang luar biasa dalam negosiasi bisnis.
Di luar pendapatan dari pertarungan, Makhachev menjadi magnet bagi sponsor global dan korporasi besar di Uni Emirat Arab serta Arab Saudi. Kontrak eksklusif dengan berbagai brand mewah dan perusahaan investasi di kawasan tersebut diperkirakan menyumbang jutaan dolar setiap tahunnya ke dalam pundi-pundi kekayaannya.
Bagi UFC, Islam Makhachev kini adalah aset paling berharga. Sebagai petarung terbaik lintas berat (P4P), nilai setiap laga pertahanan gelarnya—baik di kelas ringan maupun kelas welter—diprediksi akan menghasilkan pendapatan kotor (gabungan gaji dan bonus) minimal US$8 juta hingga US$10 juta per malam. Angka ini menempatkannya di jalur yang tepat untuk menyaingi kesuksesan finansial mentornya, Khabib Nurmagomedov.Dengan dominasi yang tampak belum tertandingi, Islam Makhachev tidak hanya sedang membangun warisan sebagai petarung terhebat sepanjang masa secara teknis, tetapi juga sedang membangun kekaisaran bisnis yang kokoh. Setiap kemenangan yang ia raih saat ini bukan lagi sekadar soal kehormatan, melainkan penegasan statusnya sebagai magnet ekonomi terbesar dalam industri olahraga bela diri dunia. (*)
Editor : Indra Zakaria