Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ambisi Balas Dendam Pacquiao: Saya Akan Beri Kekalahan Pertama untuk Mayweather

Redaksi Prokal • 2026-02-24 17:45:00

JILID DUA. Pertemuan jilid pertama dua legenda tinju dunia, Mayweather vs Pacquiao.
JILID DUA. Pertemuan jilid pertama dua legenda tinju dunia, Mayweather vs Pacquiao.

 

PROKAL.CO- Dunia tinju internasional kembali diguncang kabar besar setelah dua legenda hidup, Floyd Mayweather Jr. dan Manny Pacquiao, dipastikan akan kembali berhadapan di atas ring. Laga ulang profesional yang telah dinantikan selama sebelas tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026 di arena futuristik Sphere, Las Vegas, dan akan disiarkan secara global melalui platform streaming Netflix.

Pertemuan ini membangkitkan memori rivalitas panas tahun 2015 yang sempat dijuluki sebagai Fight of the Century. Kala itu, Mayweather keluar sebagai pemenang lewat keputusan angka mutlak. Kini, meski keduanya sudah berada di penghujung karier, tensi persaingan tidak sedikit pun mendingin. Mayweather, yang memegang rekor sempurna 50 kemenangan tanpa kalah, dengan percaya diri menyatakan bahwa sejarah akan terulang kembali.

"Hasilnya tidak akan berubah," tegas Mayweather dalam pernyataan resminya, merujuk pada dominasinya di pertemuan pertama. Sebaliknya, Manny Pacquiao yang datang dengan catatan 62 kemenangan melihat duel ini sebagai ajang penebusan dosa masa lalu. Sang mantan senator Filipina tersebut berambisi memberikan noda pertama pada rekor bersih rival abadinya. "Ini adalah kesempatan untuk memberi kekalahan pertama dalam karier profesionalnya," ucap Pacquiao penuh ambisi.

Pemilihan Sphere Las Vegas sebagai lokasi pertarungan juga menjadi catatan sejarah tersendiri. Arena berteknologi tinggi dengan visual imersif tersebut untuk pertama kalinya akan menggelar laga tinju profesional. Tak hanya soal tempat, keterlibatan Netflix sebagai penyiar menandai pergeseran besar dalam industri tinju dunia, berpindah dari model pay-per-view konvensional menuju akses streaming global yang lebih luas.

Meskipun detail teknis mengenai kelas berat dan jumlah ronde masih disimpan rapat oleh pihak promotor, antusiasme publik sudah meledak. Laga ini diprediksi bukan sekadar adu jotos biasa, melainkan sebuah pagelaran nostalgia tingkat tinggi yang mempertemukan dua ikon terbesar di era modern.(*)

Editor : Indra Zakaria