WASHINGTON D.C. — Presiden Donald Trump kembali mengguncang publik dengan rencana pembangunan real estat yang dinilai banyak pihak melampaui batas kewajaran. Sang Presiden secara resmi mengumumkan niatnya untuk membangun stadion raksasa berkapasitas 100.000 kursi di area dekat Gedung Putih. Stadion ini dipersiapkan khusus untuk menggelar ajang pertarungan UFC tepat pada hari ulang tahunnya, 14 Juni mendatang, sebagai bagian dari perayaan besar hari jadi Amerika Serikat yang ke-250.
Dalam pertemuan di Ruang Oval, Trump menegaskan bahwa proyek ini akan menjadi sesuatu yang sangat luar biasa dan memecahkan rekor dunia. Ia menyatakan bahwa pembangunan stadion tersebut sedang berlangsung untuk menyambut kedatangan UFC tepat di depan ikon pusat pemerintahan Amerika Serikat. Trump meyakini bahwa kehadiran lebih dari 100.000 penonton akan menjadi momen bersejarah yang sangat penting bagi citra nasional negaranya.
Namun, ambisi ini langsung menuai kecaman pedas dari berbagai kalangan. Kritikus menyebut rencana tersebut sebagai sebuah kegilaan tingkat tinggi, bahkan penulis John Pavlovitz melalui platform X secara terang-terangan menyebutnya sebagai "kegilaan setingkat Kim Jong Un." Banyak warga Amerika Serikat mempertanyakan siapa yang akan membiayai proyek mercusuar ini di tengah isu-isu krusial lain seperti konflik luar negeri dan kesejahteraan prajurit yang lebih mendesak untuk ditangani ketimbang membangun arena olahraga di pusat kota.
Proyek stadion ini memperpanjang daftar kontroversi Trump dalam merombak wajah historis Gedung Putih pada masa jabatan keduanya. Sebelumnya, ia telah menuai protes setelah menghancurkan Sayap Timur (East Wing) untuk membangun ruang dansa mewah senilai $400 juta serta mengeraskan area kebun mawar (Rose Garden) yang legendaris. Kini, stadion raksasa dan rencana pembangunan gapura seremonial besar menjadi agenda utama sang Presiden yang semakin mengukuhkan gaya kepemimpinannya yang eksentrik.
Dari sisi penyelenggara, CEO UFC Dana White mengaku tengah bekerja keras di balik layar untuk menyusun daftar pertarungan yang akan digelar. White mengungkapkan bahwa proses penyusunan jadwal dilakukan dengan sangat rahasia di dalam "War Room" mereka guna menghindari kebocoran informasi. Ia berjanji akan mengumumkan seluruh petarung yang terlibat dalam minggu ini, sembari memastikan bahwa susunan pertandingan sudah hampir final.
Beberapa nama besar dunia bela diri campuran telah memberi sinyal keterlibatan mereka dalam laga bersejarah ini. Bintang UFC Conor McGregor sebelumnya mengklaim bahwa kontrak kehadirannya sudah ditandatangani sejak akhir 2025. Selain McGregor, petarung papan atas Jon Jones juga menyatakan kebanggaannya jika bisa bertarung di dekat Gedung Putih sebagai bentuk representasi negaranya. Jika terwujud, stadion ini tidak hanya akan mengubah lanskap Washington D.C., tetapi juga akan mencatat sejarah baru sebagai arena olahraga paling ambisius yang pernah dibangun di jantung kekuasaan Amerika.(*)
Editor : Indra Zakaria