LAS VEGAS — Ambisi UFC untuk mendominasi panggung olahraga dunia di tahun 2026 semakin nyata. Selain drama perebutan sabuk kelas menengah antara Khamzat Chimaev dan Sean Strickland di Newark, organisasi MMA terbesar di dunia ini baru saja merilis rangkaian jadwal lengkap yang akan memanjakan para penggemar hingga puncak musim panas mendatang.
Paruh pertama tahun ini akan menjadi periode yang sangat sibuk dengan jadwal yang melintasi berbagai benua. Gebrakan dimulai pada 11 April dalam ajang UFC 327, di mana mantan juara kelas berat ringan, Jiří Procházka, akan diuji oleh kekuatan baru Carlos Ulberg. Pertarungan ini diprediksi akan menjadi duel teknis tingkat tinggi yang sangat dinantikan oleh para penikmat aksi striking.
Menyapa Australia dan Asia
Tak berhenti di Amerika, UFC kembali menyambangi Australia pada 2 Mei dalam ajang UFC Perth. Bintang lokal Jack Della Maddalena akan ditantang oleh Carlos Prates dalam sebuah laga yang diprediksi akan berlangsung panas di hadapan publik sendiri.
Selanjutnya, pada akhir Mei, sorotan beralih ke Asia melalui UFC Macau. Pertarungan antara Song Yadong melawan Deiveson Figueiredo menjadi sajian utama yang sangat krusial bagi peta persaingan di kelas bantam. Kehadiran UFC di Macau ini menegaskan kembali fokus promosi ini untuk memperkuat basis penggemar mereka di pasar Timur Jauh.
Puncak Bersejarah: UFC Freedom 250
Namun, dari semua rangkaian jadwal tersebut, tidak ada yang lebih mencuri perhatian selain pengumuman mengenai UFC Freedom 250. Dijadwalkan pada 14 Juni mendatang, ajang ini disebut-sebut sebagai acara bersejarah karena akan dilangsungkan di Gedung Putih. Sebagai laga utama, sang juara dunia Ilia Topuria akan mempertahankan takhtanya melawan petarung paling berbahaya di dunia, Justin Gaethje.
Kombinasi antara lokasi ikonik dan kualitas petarung yang akan berlaga menjadikan UFC Freedom 250 sebagai salah satu kartu pertandingan paling ambisius yang pernah disusun oleh Dana White. Dengan deretan laga berkelas ini, paruh pertama tahun 2026 dipastikan akan menjadi saksi meledaknya aroma dendam, ambisi juara, dan inovasi dalam dunia seni bela diri campuran.(*)
Editor : Indra Zakaria