PROKAL.CO – Ketegangan militer yang melibatkan Iran melawan Israel dan Amerika Serikat mulai berdampak pada kalender balap dunia. Dorna Sports secara resmi mengumumkan pengaturan ulang jadwal GP Qatar 2026 akibat situasi keamanan dan terganggunya jalur penerbangan di wilayah tersebut.
Sedianya, MotoGP Qatar akan digelar pada 10-12 April mendatang. Namun, pembatalan sejumlah penerbangan dari dan menuju negara tersebut memaksa penyelenggara untuk menggeser agenda balapan ke akhir musim, tepatnya pada 6-8 November 2026. Penundaan ini pun memicu efek domino, di mana jadwal MotoGP Portugal dan seri penutup di Valencia turut bergeser menjadi tanggal 22 dan 29 November 2026.
CEO MotoGP, Carmelo Ezpeleta, menegaskan bahwa langkah ini diambil setelah berkomunikasi dengan semua pihak terkait. Ia menekankan bahwa faktor keselamatan personel, pembalap, dan penonton jauh lebih penting dibandingkan memaksakan jadwal awal di tengah situasi konflik yang tidak menentu.
"Prioritas kami selalu keselamatan dan kesejahteraan semua orang yang terlibat dalam MotoGP, serta memastikan bahwa setiap grand prix diselenggarakan dengan standar setinggi mungkin," tegas Ezpeleta (16/3).
Meskipun seri Qatar mengalami penundaan, gelaran MotoGP Brasil 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai rencana di Autódromo Internacional Ayrton Senna, Goiânia. Balapan tersebut dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini, mulai 20 hingga 23 Maret 2026. Menariknya, bagi penonton di tanah air, sesi balapan utama MotoGP Brasil baru akan berlangsung pada Senin dini hari waktu Indonesia.
Sebanyak 22 pembalap papan atas akan saling sikut di lintasan Brasil. Pedro Acosta yang saat ini memimpin klasemen kejuaraan diprediksi akan berjuang keras menjaga tren positifnya. Tidak hanya kelas utama, antusiasme juga tertuju pada kelas Moto3, di mana pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, bersiap memberikan penampilan terbaiknya di ajang internasional tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria