PARIS – Panggung UFC kembali memanas dengan munculnya tantangan terbuka Benoît Saint Denis yang ditujukan kepada mantan juara kelas ringan, Charles Oliveira. Kali ini, ketertarikan datang dari petarung yang secara terang-terangan mengagumi perjalanan karier Oliveira namun tetap berhasrat untuk mengalahkannya di dalam oktagon demi memperebutkan sabuk simbolis Baddest Motherf*er (BMF).
Keinginan ini muncul bukan tanpa alasan. Charles Oliveira dinilai sebagai petarung hebat dengan profil yang sangat kuat, sehingga duel melawannya dianggap sebagai satu-satunya cara untuk membuktikan siapa petarung paling tangguh saat ini.
Kritik tajam sempat dilontarkan terkait perebutan gelar BMF sebelumnya. Max Holloway dinilai tidak memiliki "senjata" yang cukup untuk membalas serangan dalam situasi tertentu, sehingga laga tersebut dianggap belum sepenuhnya memenuhi kriteria pertarungan BMF yang sesungguhnya. Sebaliknya, tantangan baru ini mengusung kepercayaan diri tinggi bahwa profil sang penantang jauh lebih cocok untuk menghadirkan perang sesungguhnya di atas kanvas.
"Saya sangat menyukai kariernya karena dia adalah petarung hebat. Saya ingin sekali memiliki kesempatan untuk bertarung melawan Oliveira," ungkap sang petarung. "Kurasa aku memiliki profil yang cukup untuk membuat ini menjadi pertarungan BMF."
Lebih dari sekadar perebutan gelar, muncul sebuah gagasan menarik mengenai lokasi pertarungan. Untuk menciptakan atmosfer yang adil dan emosional, diusulkan skenario duel dua leg atau laga yang memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk tampil di hadapan pendukung sendiri.
Rencananya, laga pertama bisa digelar di Brasil sebagai bentuk penghormatan bagi Oliveira, sementara laga balasan akan disiapkan di Paris. "Jika kita juga bisa menghadapi mereka di kandang sendiri di Brasil, untuk memberi mereka kesempatan untuk membalas di Paris, itu akan sangat bagus," tambahnya.
Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk memperluas jangkauan UFC di pasar Eropa dan Amerika Latin, sekaligus memberikan tontonan berkualitas tinggi bagi para penggemar bela diri campuran di seluruh dunia. Jika UFC merestui ide ini, maka duel antara sang penantang dan Charles Oliveira dipastikan akan menjadi salah satu ajang paling bersejarah di tahun ini. (*)
Editor : Indra Zakaria