SEATTLE – Akhir pekan ini (28/3/2026), Climate Pledge Arena akan menjadi saksi kembalinya sang legenda, Israel Adesanya, dalam tajuk utama UFC Seattle. Setelah menjalani masa hiatus terlama dalam karier profesionalnya, mantan penguasa dua kali kelas menengah ini hadir dengan misi besar: memutus tren negatif tiga kekalahan beruntun yang kini membayangi namanya.
Adesanya, yang kini berusia 36 tahun, mengakui bahwa banyak pihak mulai meragukan tajinya setelah menelan kekalahan beruntun. Namun, petarung berjuluk The Last Stylebender ini tetap tenang dan penuh percaya diri. "Saya ingin orang-orang berkata, 'Sial, bagaimana mungkin saya sempat meragukannya? Bagaimana mungkin saya mengira dia sudah habis?' Itulah cerita yang ingin saya tulis akhir pekan ini," ujar Adesanya dalam sesi media day.
Di seberang oktagon, Joe Pyfer datang dengan rasa hormat yang luar biasa namun tetap menyimpan ambisi besar. Menariknya, Pyfer melontarkan pernyataan berani dengan menyebut Adesanya sebagai petarung kelas menengah terbaik sepanjang masa (Greatest of All Time), melampaui rekor legendaris Anderson Silva.
"Menurut pendapat saya, dia adalah middleweight terbaik sepanjang masa. Tanpa mengurangi rasa hormat pada legenda masa lalu, level MMA saat ini jauh berbeda. Merupakan sebuah kehormatan bagi saya bisa bertarung melawan salah satu yang terbaik di dunia," ungkap Pyfer yang baru saja memetik kemenangan lewat kuncian atas Abus Magomedov.
Adesanya memprediksi bahwa Pyfer akan mencoba melakukan serangan gulat (wrestling) lebih awal untuk menghindari permainan stand-up miliknya. "Permainan berdiri saya berada di level yang berbeda. Jika dia ingin berdiri dengan saya, silakan. Jika dia ingin bergulat, saya juga siap. Saya hanya ingin melakukan apa yang biasa saya lakukan di sasana di bawah sorotan lampu terang," tambah Adesanya.
Bagi Pyfer, laga ini adalah peluang emas untuk melompat jauh di jajaran peringkat dunia. Sementara bagi Adesanya, ini adalah pembuktian bahwa dirinya belum habis dan masih layak menyandang status sebagai raja kelas menengah. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang dalam bentrokan dua generasi ini? Semua mata akan tertuju ke Seattle Sabtu malam nanti. (*)
Editor : Indra Zakaria