AUSTIN – Sirkuit COTA kembali menyajikan drama balap tingkat tinggi pada sesi Sprint Race MotoGP Amerika Serikat, Sabtu (28/3/2026). Jorge Martin secara mengejutkan berhasil membungkam dominasi Francesco Bagnaia tepat di lap terakhir, sekaligus menandai kemenangan pertamanya sejak merengkuh gelar juara dunia pada musim 2024 lalu.
Kemenangan ini terasa spesial karena Martin menjadi satu-satunya pembalap yang berani mengambil risiko dengan menggunakan ban belakang kompon medium, di saat seluruh rivalnya memilih ban soft yang lebih lazim untuk balapan pendek.
Kekacauan Lap Pertama: Insiden Marquez dan Di Giannantonio
Awal balapan langsung diwarnai tensi tinggi. Fabio Di Giannantonio yang memulai laga dari posisi terdepan sebenarnya melakukan start yang baik, namun ia terjepit di tikungan pertama yang lebar oleh Bagnaia, Pedro Acosta, dan Marc Marquez.
Drama memuncak saat Di Giannantonio mencoba merebut kembali posisi ketiga dari tangan Marquez. Memasuki Tikungan 12 di ujung lintasan lurus, Marquez mencoba melakukan serangan balik dari sisi dalam. Namun, pembalap asal Spanyol itu kehilangan kendali, terjatuh, dan menyeret Di Giannantonio keluar lintasan. Insiden ini seketika menghapus peluang poin bagi kedua pembalap Ducati tersebut.
Jorge Martin mengawali balapan dari posisi keenam dan sempat terlihat kesulitan bersaing di rombongan depan. Namun, seiring berjalannya lap, keputusan menggunakan ban medium terbukti menjadi langkah masterstroke. Di saat ban soft milik para rival mulai terkikis di aspal Austin yang panas, Martin justru kian perkasa.
Pembalap tim pabrikan Aprilia ini secara perlahan memangkas jarak lebar yang sempat diciptakan Bagnaia. Memasuki lap terakhir, Martin melakukan manuver agresif namun bersih di Tikungan 12 untuk menggusur 'Pecco' dari posisi puncak.
Meski sempat diragukan kebugarannya untuk melahap sirkuit fisik seperti COTA, Martin membuktikan kelasnya sebagai juara bertahan. Uniknya, kegembiraan Martin sempat terganggu insiden konyol saat ia terjatuh saat melakukan selebrasi wheelie di in-lap, meski ia segera bangkit untuk melanjutkan perayaan kemenangannya.
Di sisi lain, Marco Bezzecchi harus menelan pil pahit. Saat sedang bertarung sengit dengan Martin untuk posisi kedua, Bezzecchi justru tersungkur di Tikungan 11 pada lap kedelapan. Kegagalan ini membuat posisi puncak klasemennya resmi direbut oleh rekan setimnya, Jorge Martin.
Nasib serupa dialami Joan Mir yang tampil impresif di posisi keempat sebelum akhirnya terjatuh di lap terakhir. Posisi keempat tersebut akhirnya jatuh ke tangan Enea Bastianini yang tampil menyerang dengan KTM Tech3 miliknya, setelah berhasil menyalip Alex Marquez di saat-saat terakhir. (*)
Editor : Indra Zakaria