Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Insiden Highside di COTA: Perjuangan Veda Ega Pratama Terhenti Saat Berada di Puncak Performa

Redaksi Prokal • 2026-03-30 10:14:44

Veda Ega Pratama
Veda Ega Pratama

TEXAS – Kabar kurang beruntung datang dari sirkuit ikonik Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat. Pembalap muda harapan Indonesia yang membela Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, terpaksa menelan pil pahit setelah gagal menyelesaikan balapan (DNF) dalam lanjutan seri Moto3 musim 2026 pada Minggu waktu setempat. Padahal, pemuda asal Gunungkidul ini sempat menunjukkan taji sebagai salah satu rookie paling diperhitungkan di grid.

Memulai balapan dari baris depan di posisi keempat berkat hasil kualifikasi yang gemilang, Veda langsung terlibat dalam pertarungan sengit sejak lampu hijau menyala. Ia berduel ketat melawan sesama pembalap pendatang baru seperti Casey O’Gorman dan Joel Esteban.

Meski sempat merosot ke posisi kedelapan akibat drama di tikungan pertama, Veda menunjukkan mentalitas pantang menyerah dengan merangkak naik dan bahkan mencatatkan waktu putaran tercepat (fastest lap) pada putaran keempat.

Sayangnya, momentum kebangkitan tersebut sirna seketika pada putaran kelima. Saat berusaha keluar dari Tikungan 11, Veda mengalami highside yang cukup keras. Joel Esteban yang berada tepat di belakangnya tidak memiliki ruang untuk menghindar, sehingga kecelakaan tersebut melibatkan kedua pembalap dan memaksa mereka mengakhiri balapan lebih awal. Insiden ini sangat disayangkan mengingat Veda sedang dalam ritme balap yang sangat kompetitif untuk memperebutkan posisi podium.

Di sisi lain, podium utama Moto3 Amerika Serikat 2026 berhasil dikuasai oleh Guido Pini dari Leopard Racing setelah memenangi duel sengit hingga garis finis dengan catatan waktu 31 menit 20,489 detik. Ia diikuti oleh Maximo Quiles dan Alvaro Carpe yang masing-masing mengamankan podium kedua dan ketiga dalam balapan yang penuh drama tersebut.

Meskipun gagal membawa pulang poin dari Texas, performa Veda Ega Pratama yang mampu mencetak lap tercepat menjadi sinyal kuat bahwa pembalap Indonesia ini memiliki kecepatan yang sejajar dengan para pembalap elite Eropa. Fokus kini beralih pada pemulihan fisik dan evaluasi teknis agar Veda dapat kembali bersaing memperebutkan poin pada seri balapan berikutnya. (*)

Editor : Indra Zakaria