LAS VEGAS – Motorola secara resmi memperkenalkan lini ponsel lipat terbarunya, Razr Fold, dalam ajang bergengsi Consumer Electronics Show (CES) 2026. Berbeda dengan seri Razr sebelumnya yang mengusung desain clamshell, perangkat terbaru ini hadir dengan konsep lipatan horizontal menyerupai buku yang dapat bertransformasi menjadi tablet mini.
Razr Fold dirancang untuk pengguna yang mengutamakan produktivitas dan pengalaman visual maksimal. Dilansir dari Gizmochina, Jumat (9/1), perangkat ini mengusung layar utama lipat berukuran jumbo 8,1 inci dengan panel LTPO beresolusi 2K. Saat perangkat ditutup, pengguna tetap bisa beraktivitas secara normal melalui layar cover berukuran 6,6 inci yang memiliki fungsionalitas layaknya ponsel pintar konvensional.
Sektor fotografi menjadi salah satu keunggulan utama yang ditawarkan Motorola. Razr Fold dibekali sistem tiga kamera belakang yang sangat kompetitif:
Kamera Utama: 50 MP dengan sensor Sony LYTIA.
Kamera Ultra-wide: 50 MP yang merangkap fungsi makro.
Kamera Telefoto Periskop: 50 MP dengan kemampuan zoom optik 3x.
Tak hanya itu, Motorola menyematkan fitur perekaman video berstandar Dolby Vision serta kamera swafoto ganda (32 MP di layar luar dan 20 MP di layar dalam). Untuk mendukung kerja profesional, Razr Fold telah dioptimalkan dengan tata letak aplikasi yang adaptif dan mendukung penggunaan Moto Pen Ultra, stylus khusus untuk mencatat dan menggambar langsung di layar luasnya.
Hadir dengan pilihan warna eksklusif hasil kolaborasi bersama Pantone, yakni Blackened Blue dan Lily White, ponsel ini diposisikan sebagai perangkat flagship premium. Meskipun harga resmi belum diumumkan secara global, rumor yang beredar memperkirakan Razr Fold akan dijual mulai dari 1.500 dolar AS atau sekitar Rp25,2 juta.
Penggemar teknologi di seluruh dunia harus sedikit bersabar, karena peluncuran global Razr Fold dijadwalkan baru akan berlangsung pada musim panas 2026. Kehadiran Razr Fold ini menandai ambisi besar Motorola untuk bersaing ketat dengan pemimpin pasar di segmen ponsel lipat layar besar. (*)
Editor : Indra Zakaria