Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perluas Jelajah Nelayan Benuo Taka, Diskan PPU Bidik Bantuan Kapal Modern dari KKP

W
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto.
Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto.

Advertisement

 

PROKAL.co,PENAJAM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) bergerak cepat menangkap peluang program nasional untuk mendongkrak kesejahteraan nelayan di Benuo Taka. Dinas Perikanan (Diskan) PPU resmi mengajukan permohonan bantuan armada kapal penangkap ikan berteknologi modern kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Langkah strategis ini diambil guna memanfaatkan program modernisasi kapal perikanan nasional dari KKP yang menargetkan pengadaan 4.582 unit kapal hingga tahun 2029. Pengajuan armada baru tersebut difokuskan pada kapal berukuran di atas 30 Gross Tonnage (GT) demi memperluas zona tangkapan nelayan lokal.

Advertisement

"Kami mengusulkan bantuan kapal ikan modern melalui program modernisasi kapal perikanan nasional yang dicanangkan KKP," kata Kepala Diskan PPU, Andi Trasodiharto, dikutip Minggu (25/10/2026).

Andi Trasodiharto menjelaskan bahwa spesifikasi kapal yang diajukan wajib memiliki fasilitas cold storage atau ruang penyimpanan dingin terintegrasi langsung di palka kapal. Selain itu, armada tangkap tersebut juga harus dipersenjatai dengan piranti penangkapan mutakhir guna memastikan hasil panen laut tetap prima saat tiba di daratan.

"Perbaikan teknologi penyimpanan dingin di palka kapal yang diutamakan agar kualitas ikan hasil tangkap tetap terjaga sehingga memiliki nilai jual yang tinggi," ujarnya.

Advertisement

Berdasarkan skema nasional KKP, kuota 4.582 unit kapal modern terbagi ke dalam dua klaster utama. Sebanyak 1.582 unit dialokasikan untuk kapal berukuran 30 GT, 200 GT, hingga 500 GT, sementara 3.000 unit sisanya dirancang untuk ukuran 30 GT sampai dengan kapasitas besar berskala industri.

Dinas Perikanan PPU sengaja membidik kapal berkapasitas di atas 30 GT, termasuk tipe 200 GT, agar kemampuan tempur armada nelayan di laut lepas semakin tangguh. Kapal berkapasitas besar ini dinilai memiliki daya tahan serta jangkauan pelayaran yang jauh melampaui perairan dangkal.

"Bantuan kapal yang kami usulkan ke KKP berukuran di atas 30 GT supaya daya jelajah nelayan kita bisa lebih jauh," jelas Andi Traso.

Keberadaan armada berteknologi mutakhir ini nantinya juga diproyeksikan terintegrasi langsung dengan proyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang tengah dibangun pemerintah pusat di wilayah PPU. Sinergi ini ditujukan untuk menciptakan ekosistem perikanan terpadu dan modern di Benuo Taka. "Mudah-mudahan usulan bantuan kapal diakomodir di tahun anggaran 2027," kata Andi Traso, menandaskan.(rie/adv)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Desa Rintik Babulu Raih Predikat Istimewa dalam Penilaian Antikorupsi

Desa Rintik Babulu Raih Predikat Istimewa dalam Penilaian Antikorupsi

Desa Rintik, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), meraih predikat istimewa dalam rapat pleno hasil penilaian dan tinjauan

Disnakertrans PPU Masifkan Digitalisasi Layanan Kartu AK-1

Disnakertrans PPU Masifkan Digitalisasi Layanan Kartu AK-1

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) sedang menyiapkan layana

Jembatan Sungai Riko Menuju Realisasi

Jembatan Sungai Riko Menuju Realisasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) sedang melengkapi syarat administrasi usulan pembangunan Jembatan Sungai Riko sesuai

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer