BALIKPAPAN - Pagi ini Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya mengeluarkan delapan hasil uji sampel swab pasien di Balikpapan. Dari delapan hasil lab tersebut, satu di antaranya terkonfirmasi positif dan tujuh lainnya dinyatakan negatif.
Satu pasien yang dinyatakan positif yaitu berjenis kelamin perempuan berusia 43 tahun, dan telah dirawat di RS Hermina Balikpapan. Pasien tersebut awalnya datang dengan keluhan dan gejala seperti Covid-19 dan tidak memiliki riwayat perjalanan keluar kota, yang berarti merupakan transmisi lokal.
Sedangkan, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan bahwa dari ketujuh hasil negatif tersebut terdapat dua pasien yang telah melakukan dua kali uji lab dan dinyatakan negatif. Sehingga kedua pasien yang sebelumnya dinyatakan positif, kini dinyatakan sembuh.
"Pagi tadi kita menerima hasil swab dari BBLK Surabaya sejumlah 8 hasil uji, dimana satu dinyatakan konfirmasi positif dan tujuhnya negatif. Dan dari yang negatif ini terdapat sudah ada dua kali yang berturut-turut negatif setelah satu bulan dirawat. Jadi yang bersangkutan sudah dinyatakan dari positif ke negatif jadi boleh keluar dari rumah sakit," terang Andi Sri.
Kedua pasien tersebut merupakan sepasang pasutri bernama Mardianto (58) dan Agustin (53). Mereka dirawat di RSUD Beriman sejak tanggal 22 Maret lalu setelah terpapar positif usai menghadiri kegiatan keagamaan di Bogor.
"Mardianto dan istri tinggal di daerah Muara Rapak masuk di RSUD Beriman sejak 22 Maret. Beliau memang kluster ada hubungannya dari GPIB Sinode Bogor. Alhamdulillah setelah dirawat selama 33 hari, hari ini akhirnya bisa meninggalkan rumah sakit," ungkap Wali Kota Balikpapan, Rizal Effensi saat press rilis di Pemkot, Jumat (24/4).
Keduanya pun harus menjalani masa isolasi mandiri dirumahnya masing-masing untuk mengetahui kondisi perkembangannya. Andi Sri mengatakan, selama isolasi diri keduanya diminta tidak keluar rumah dan didampingi tim penaganan Covid-19 Kelurahan.
"Namun dirumah tetap harus isolasi delapan hari. Jadi tidak beraktivitas keluar nanti akan selanjutnya didampingi Tim Covid kelurahannya," tuturnya.
Mardianto tak hentinya mengucap syukur karena dirinya berhasil melawan virus Covid-19 ini. Ia berpesan agar masyarakat harus menggunakan masker dan tidak keluar rumah jika tidak perlu.
“Saya tadi berjalan kemari banyak warga yang tidak pakai masker, hati-hati, ini betul-betul penyakit, saya sendiri tidak kemana-mana tapi saya kena. Maka itu saya mohon sampaikan bahwa ini bukan main-main pakai maskernya dan di rumah, sebelum masuk rumah cuci tangan," pungkasnya. (rin/pro)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan