BALIKPAPAN-Berkah bulan suci Ramadan turut dirasakan Amin R. Tukang permak celana, yang saban hari membuka layanan di samping Masjid Al Munawwar, Simpang Muara Rapak.
Memasuki bulan Ramadan, Amin mengaku jumlah warga yang mendatangai kios permak celana miliknya sudah mulai meningkat.
Rata-rata, warga menggunakan jasa mengecilkan dan membesarkan celana, menyambung dan memotong hingga memperbaiki resleting celana maupun tas.
“Rata-rata mereka itu belinya lewat online sehingga ukurannya tidak sesuai. Ada juga yang membeli cakar (barang bekas) lalu dibawa ke sini untuk disesuaikan ukurannya,” kata Amin.
Jumlah konsumen, kata Amin bakal terus meningkat hingga seminggu jelang lebaran. “Jumlahnya bisa tiga kali lipat dari hari normal,” katanya.
Bahkan, saking banyaknya pelanggan, Amin tak jarang harus lembur hingga jam 10 malam untuk mengerjakan pesanan konsumen. Padahal, biasanya selepas ashar, atau sekira pukul 16.00 Wita, Amin sudah pulang ke rumah.
“Saya memang tidak pernah membawa kerjaan ke rumah. Jadi semua pesanan konsumen saya selesaikan hari itu juga,” terang Amin.
Soal harga, laki-laki yang sudah 18 tahun menekuni usaha permak ini memasang tarif lumayan terjangkau. Mulai dari Rp 5 ribu untuk jahit robek hingga Rp 50 ribu untuk memperbesar ukuran celana. Dibanding tukang permak yang lain, Amin juga punya keahlian khusus, yakni potong sambung kain celana.
Peningkatan omzet selama Ramadan, turut disyukuri sang istri, Ulfa, yang setia mendampingi Amin mengerjakan satu per satu pakaian milik konsumen. “Alhamdulillah, lumayan bisa untuk beli minyak goreng,” ujar Ulfa berseloroh. (hul)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan