SEPAKU-Ribuan pekerja konstruksi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mendapatkan layanan kesehatan gratis tepat pada HUT RI ke-78 yang jatuh pada Kamis (17/8). Layanan kesehatan gratis berlangsung di komplek Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) kawasan IKN.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Bambang Susantono mengatakan, layanan kesehatan ini merupakan tahap awal dan akan berlangsung selama dua hari, 17-18 Agustus 2023.
Lewat layanan kesehatan ini, Bambang inin memastikan seluruh pekerja mendapatkan jaminan kesehatan yang baik. Dia menilai, pembangunan dalam skala besar seperti proyek IKN tak cuma membutuhkan hunian yang nyaman dan kondusif tapi juga layana kesehatan yang memadai.
Setidaknya, ada sebanyak 2.500 pekerja kontruksi yang mendapat pelayanan kesehatan secara gratis bertepatan pada momen peringatan hari kemerdekaan RI ke-78 saat ini.
"Prinsipnyakan kami ingin para pekerja dalam kondisi prima kesehatannya, jasmaninya dan rohaninya," kata Bambang Susantono selepas meninjau pelaksanaan pemeriksaan kesehatan pekerja.
Layanan kesehatan ini nantinya akan dilakukan secara berkala. Artinya setiap pekerja konstruksi dapat memeriksakan kesehatannya di HPK dengan layanan kesehatan yang disediakan OIKN.
"Tentu saja harapan kami para pekerja ini dalam kondisi sehat sehingga produktifitasnya meningkat yang pada akhirnya mendukung target-target yang sudah ditetapkan," kata dia.
Tarkait penyakit malaria di kabupaten yang berbatasan langsung dengan IKN seperti Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Barat (Kubar), Bambang mengaku akan melakukan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim serta daerah penjangkit serta layanan kesehatan swasta untuk melakukan penanganan pencegahan.
"Dari pelayanan kesehatan ini nantinya akan menentukan bagaimana kita menangani beberapa kasus kasus ini. Kan gak hanya satu kasus (malaria) ini saja, mungkin ada kasus yang lain juga yang tetap harus kita perhatikan,"ungkapnya.
Bambang menambahkan, pelayanan kesehatan yang digelar saat ini juga didukung Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim, Dinkes Kabupaten PPU dan Dinkes Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
“Selain itu juga didukung oleh Universitas Indonesia (UI), Kimia Farma dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),” tuntas Bambang. (hul)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan