Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tegaskan Harga Udang Merujuk Pasar Internasional

anggri-Radar Tarakan • Selasa, 3 November 2020 - 16:38 WIB
MENYAMPAIKAN: Calon Gubernur Kaltara, Dr. H.Irianto Lambrie menyampaikan pengamatannya perihal perkembangan industri perikanan di Kaltara, Senin (2/11)./AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
MENYAMPAIKAN: Calon Gubernur Kaltara, Dr. H.Irianto Lambrie menyampaikan pengamatannya perihal perkembangan industri perikanan di Kaltara, Senin (2/11)./AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Pada Senin (2/11) sekira pukul 15.00 WITA, Calon Gubernur Kaltara nomor urut 2, Dr. H. Irianto Lambrie mengunjungi salah satu perusahaan yang berfokus pada pengelolaan hasil perikanan yakni Mustika Aurora.

Gubernur Kaltara yang berstatus cuti itu memuji eksistensi PT Aurora hingga saat ini. Sehingga terus mengerakkan roda perekonomian di Kaltara sekaligus aktif menyerap tenaga kerja. “Saya secara pribadi sudah sering ke sini, baik dalam kunjungan kerja maupun silaturahmi. Saya angat mengetahui perkembangan Mustika Aurora, yang berkontribusi cukup besar di Tarakan ini, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja,” ujarnya, kemarin (2/11).

“Khususnya para ibu-ibu yang menjadi karyawan di sini. Dan selanjutnya menjadi stabilitator untuk ekspor udang dan kepiting kita. Meskipun harga udang dan kepiting ada fluktuasi,” sambungnya.

Ia mengakui turunnya harga udang saat ini menimbulkan banyak keluhan di masyarakat. Khususnya para petambak. Sehingga ia menegaskan jika hal tersebut merupakan polemik perdagangan internasional. Pejabat daerah mana pun tidak dapat mengontrol harga udang yang mengikuti harga internasional.

“Saya ingin sampaikan sekaligus menegaskan, setahu saya tidak ada orang yang menjamin harga udang bisa stabil. Apalagi harus terus naik. Kalau ada orang berjanji bisa mengontrol harga udang, dia pasti bohong. Karena ini bukan masalah pengaturan dari pemerintah, walaupun pemerintahan negara maju sekali pun. Karena ini merupakan ranah internasional,” tuturnya.

Lanjutnya, hasil perikanan berbeda dengan pangan sembako yang dapat diatur. Mengingat sembako hanya dipasarkan di dalam negeri.

“Contohnya di negara kita ini beras. Tujuannya untuk stabilisasi nasional, sekaligus membantu petani untuk petani selaku produsen. Di Amerika juga diatur harga gandum, bahkan disubsidi oleh pemerintah,” tukasnya.

“Di negara kita ini kan bantuan pemerintah paling besar. Termasuk untuk industri kelautan dan perikanan. Bantuan pupuk bersubsidi, bibit, peralatan pertanian, bahkan pemasarannya. Dan juga kadang-kadang transportasinya disubsidi,” sambungnya.

Meski demikian, ia mengakui hasil prikanan merupakan salah satu komoditas terbesar di Indonesia. Sehingga tak lupa ia mengucapkan rasa terima kasih kepada para petani tambak yang terus berbudi daya di sektor perikanan. “Memang untuk di Kaltara, udang ini pada saat-saat tertentu, sering menjadi keluhan, tapi sebenarnya sangat bermanfaat memberi rezeki bagi kita di sini. Itu dibuktikan dengan kesejahteraan petambak,” pungkasnya. (adv/*/zac/lim)

 

Editor : anggri-Radar Tarakan