BALIKPAPAN - Sudah satu minggu Kota Balikpapan dirundung kabut asap. Terlebih saat pagi hari hingga siang sekira pukul 11.00 Wita. Kondisi ini membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan menjadi khawatir akan kondisi seperti ini.
Kepala Disdikbud Kota Balikpapan Muhaimin mengatakan, untuk mengantisipasi dampak dari kabut asap ini dirinya meminta seluruh aktifitas murid-murid yang dilaksanakan diluar ruangan agar dikurangi, dan dialihkan kedalam kelas saja.
"Seluruh sekolah telah kita himbau agar banyak mengurangi aktifitas diluar ruangan," ujar Muhaimin, Senin (16/9).
Lanjut Muhaimin, meski hampir satu minggu ini Kota Balikpapan diselimuti oleh kabut asap, namun hingga kini belum ada sekolah di Balikpapan yang mengajukan izin untuk meliburkan siswanya karena kabut asap.
"Sampai saat ini belum ada sekolah yg mengajukan izin untuk meliburkan siswanya karena asap," jelasnya.
Disdikbut Kota Balikpapan saat ini hanya bisa melakukan himbauan kepada seluruh sekolah sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap yang terjadi saat ini. Himbauan tersebut seperti para murid yang sebaiknya mengenakan masker saat belajar.
"Tapi kami mengimbau siswa menggunakan masker saat beraktifitas di luar kelas," terangnya.
Seperti diketahui, sejak Senin (9/9) lalu Kota Balikpapan mendapatkan kiriman kabut asap dari wilayah PPU dan Paser. Kepekatan kabut asap sangat dirasakan saat pukul 06.00 hingga 10.00 Wita. (pro/one)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan