YOGYAKARTA - Agenda utama perjalanan jurnalistik atau Studi Tiru Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian (DKSIP) Kabupaten Paser bersama para wartawan di Paser ialah berkunjung ke kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Yogyakarta. Salah satu poin utama yang dipetik ialah Diskominfosan Kota Yogyakarta juga memiliki hubungan yang baik dengan media, termasuk dalam pembinaan, relasi, dan hubungan secara emosional.
Kepala Diskominfosan Ignatius Trihastono Kota Yogyakarta menyebut humas sesungguhnya pemerintah itu adalah media/pers . Bahkan kini media sosial juga diperhitungkan. Bagaimana persepsi publik terhadap pemerintah juga pengaruh media. Meskipun ada tuntutan tidak tertulis bahwa pemerintah memang harus memuaskan warga.
"Tolak ukur penilaian kepuasan itu muncul saat sesuatu kebijakan atau peristiwa yang langsung dirasakan mereka, dan itu mayoritas berawal dari informasi dari media," kata Trihastono, Kamis (1/9).
Dia menjelaskan sebagus apa pun pemerintah membranding ke publik informasinya, masyarakat mulai paham tentang pemberitaan mana saja yang diatur dan bukan. Sehingga Diskominfosan pun tidak pernah membuat rilis tertulis untuk media jika ada informasi yang ingin disebarkan. Hanya buat pointer khusus.
"Sisanya masing-masing mengembangkan, karena tiap media harus menunjukkan ciri khas produk jurnalistiknya," lanjutnya.
Berteman dengan awak media bagi pejabat pemerintah menurut Trihastono sangat penting buat roda pemerintahan. Apalagi pejabat OPD yang memangku kebijakan teknis. Di Kota Yogyakarta, Diskominfosan berperan sebagai corong pemerintah. Bagi media yang terkendala berkomunikasi dengan para pejabat di beberapa OPD, Diskominfosan yang memfasilitasi.
"Bahkan kalau ada kepala dinas yang tidak mau berbicara ke media, langsung kami arahkan dan tengahi untuk klarifikasi isu," bebernya. Trihastono juga sering berbincang non-formal atau Ngopi bersama awak media di beberapa momen di luar jam kerja.
Dengan sarana e-office dari aplikasi Jogja Smart Center (JSS) di Android, Diskominfosan juga tiap harinya menganalisa berita dan informasi yang terbit dari berbagai media konvensional dan media sosial. Lalu tiap minggu menyampaikan ke pimpinan untuk direspon. Ini juga bentuk koreksi dan pengawasan terhadap informasi yang beredar, terutama pada isu-isu krusial yang ramai diperbincangkan.
Kepala DKISP Paser Ina Rosana menyampaikan Pemkab Paser sangat peduli terhadap keberadaan media dan para wartawannya. Selain menjalin kerjasama secara formal dan pendekatan emosional, berbagai program juga telah dilakukan untuk pembinaan dan mendukung kinerja wartawan di Paser. Tahun 2021 lalu ada kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar gratis untuk wartawan dari dukungan dana pemerintah, dan pada 2022 ini mengajak Studi Tiru ke Yogyakarta untuk peningkatan wawasan.
Ina menyebut DKISP Paser ingin mengetahui bagaimana kerjasama di Yogyakarta selama ini dengan media, mulai dari perencanaan awal, teknis kerjasama, dan pengalaman lainnya yang bisa dibagikan untuk tugas di OPD yang merupakan corong bagi pemerintah ini.
"Apalagi sebagai daerah penyangga IKN Paser harus bersiap diri menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni di berbagai bidang khususnya informasi dan teknologi," kata mantan kepala Dinas Perikanan dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Paser itu. (jib)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan