BALIKPAPAN-Sejak diluncurkan pada awal September tahun lalu, progres proyek bangunan air pengendali banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal baru mencapai 21 persen. Khususnya titik proyek di depan Global Sport, Jalan MT Haryono.
"Pekerjaan ini (DAS Ampal) sudah dikerjakan sejak September tahun lalu. Artinya sudah sekitar sudah 6 bulan berjalan. Namun saat ini progres pengerjaannya baru mencapai 21 persen," kata Kabid SDA dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan Jen Supriyanto, Jumat (3/3).
Jen menerangkan, jika sesuai dengan dokumen kontrak, megaproyek senilai Rp 136 miliar tersebut kontraknya berakhir pada 31 Desember 2023 mendatang. Artinya waktu pengerjaanya adalah 17 bulan.
Kendati progresnya minim, Jen menyebut proyek yang terdiri dari enam titik pengerjaan ini tetap dikerjakan oleh penyedia jasa yang sama, dengan alasan pertimbangan teknis. Namun pihaknya akan menekan kontraktor untuk bekerja dengan baik.
"Dinas PU juga punya kendali dan kami punya manajemen konstruksi yang mengawasi mereka, dari segi kuantitas dan kualitas," ujar Jen.
Soal cuaca yang kerap jadi alasan lambatnya proses pembangunan, disebut Jen semestinya tidak bisa menjadi alasan. Terkecuali bencana alam.
Cuaca, kata Jen tak masuk kategori force majeure alias kejadian yang terjadi di luar kemampuan manusia dan tidak dapat dihindarkan.
"Tapi cuaca itu bisa dikendalikan, bisa bekerja, pakai teknik dong. Karena hujan tidak 24 jam, masa hujan, pekerja harus berhenti kerja," ujar dia.
Jen meneruskan, sejatinya Dinas PU sudah menekan kontraktor pelaksana untuk mempercepat pekerjaan. Dinas PU juga siap memberi masukan dan saran kepada kontraktor.
"Tapi dari sisi aturan kalau progresnya cuma begitu-gitu aja (tak signifikan), ya kami akan evaluasi. Kalau tidak mampu ya bendera putih (menyerah). Hanya saja itu tidak bisa dilakukan sekarang mengingat kontraknya masih panjang," tutup dia. (hul)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan