BALIKPAPAN-KM Bukit Siguntang yang dioperasikan PT Pelni menjadi kapal pertama yang sandar dan berlayar dari Pelabuhan Semayang, Balikpapan, pada 1 Januari 2024.
Kapal yang bertolak dari Pare-pare, Sulawesi Selatan ini tiba di Pelabuhan Semayang pada pukul 02.00 wita sebelum kembali berlayar menuju Tarakan, Kalimantan Utara, pada 04.00 wita.
Menjadi kapal pertama yang bertolak dari Pelabuhan Semayang, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan Capt Bharto Ari Raharjo menyerahkan secara langsung surat persetujuan berlayar pertama yang diterbitkan pada tahun 2024 kepada nakhoda KM Bukit Siguntang.
Capt Bharto didampingi sejumlah pejabat KSOP Kelas I Balikpapan, Kepala PT Pelni Cabang Balikpapan Amin Amrulloh, dan Manajemen PT Pelindo.
Kepada jurnalis, Bharto menyebut peran pelabuhan di Balikpapan termasuk Pelabuhan Semayang ke depan bakal semakin penting seiring dengan perpindahan ibu kota negara. Untuk itu, dia meminta agar seluruh stake holder terus meningkatkan kerjasama.
“Ini tentu perlu kolaborasi semua pihak untuk terus meningkatkan pelayanan di sektor perhubungan laut, baik dari sisi keamanan maupun keselamatan,” kata Bharto.
Terkait penyelenggaraan angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di Pelabuhan Semayang, Bharto menilai sudah cukup optimal.
“Untuk angkutan Nataru kali ini sudah berjalan cukup baik mengingat kami sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari,,” kata Bharto.
Bharto juga menyebut armada kapal yang tersedia mampu menampung seluruh penumpang yang melakukan perjalanan.
Kepala PT Pelni Cabang Balikpapan Amin Amrulloh mengatakan sudah 15.000 penumpang yang diangkut oleh armada Pelni sejak 9 Desember tahun lalu. Mayoritas penumpang disebut Amin berasal dari kawasan NTT.
Jumlah itu, dijelaskan Amin mengalami peningkatan sebesar 10 persen jika dibandingkan tahun lalu.
“Untuk periode Nataru kali ini ada 15.000 penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Semayang bersama Pelni. 97 persen penumpang tujuannya NTT,” ujar Amin.
Amin mencatat jumlah keberangkatan paling tinggi terjadi pada 18 dan 20 Desember lalu. Sekitar 4.000 penumpang meninggalkan Balikpapan melalui Pelabuhan Semayang (hul)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan