KEMENDIKBUD melalui Dirjen GTK tahun 2019 telah memberangkatkan 1000 guru keberbagai negara tujuan sesuai dengan kompetensinya untuk mengikuti Program Magang 1000 guru. Negara tujuan magang antara lain Cina, Korea Selatan, Perancis, Jepang dan lainnya.
Korea Selatan termasuk negara maju. Negara yang luasnya tidak lebih dari separo pulau Jawa dengan penduduk sekitar 50 juta jiwa mempunyai pendapatan perkapita US$ 37.900, angka pengangguran rendah, laju pertumbuhan hidup rendah, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pesat, industri dan jasa menjadi sektor perekonomian utama, menghargai waktu dan mempunyai sistem pendidikan yang baik. Lokasinya yang masih satu benua dengan Indonesia (dibandingkan negara maju dibenua lainnya) Korea Selatan sering dijadikan rujukan magang guru terutama bagi peningkatan kompetensi guru pertanian.
Setelah melalui serangkaian seleksi yang ketat penulis berhasil lulus seleksi dan mengikuti program 1000 guru magang di Korea Selatan bersama 12 (dua belas) guru ATPH (Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura) se-Indonesia dan satu-satunya peserta yang lolos dari pulau Kalimantan. Untuk itu penulis yang adalah Eny Setyowati guru ATPH SMK Negeri 2 Tanah Grogot, berkesempatan magang di Korea Selatan selama 21 hari, berikut paparannya.
Untuk menambah wawasan peserta magang, diadakan kunjungan keberbagai tempat, baik kesekolah unggulan, pabrik peralatan pengolah lahan, Zona demiliterisasi (DMZ) ataupun tempat dan budaya Korea Selatan. Salah satu kunjungan di Gimje Meister High School for Agriculture Sciences yaitu salah satu SMK Pertanian Unggulan di Korea Selatan, dan diperoleh informasi sebagai berikut :
- Informasi tentang visi misi sekolah.
- Informasi tentang jumlah jurusan, murid dan jumlah guru.
- Sistem pembelajaran di Gimje, praktek 70% dan teori 30% dengan jumlah efektif 7 jam
per hari. Per minggu 37 jam.
- Kompetensi keahlian yang ada di Gimje adalah; Departement of Seed Industry (36
Student/2Class), Departement of Smart Equipment Farming (18 Student/1 Class),
Departement of Food Procesing and Quality Control (36 Student/2 Class)
- Kurikulum berbasis industri dan sekolah.
- Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilakukan 6 kali per tahun di luar negeri di kelas II dan III
di Negara Belanda dan Jepang, bagi lulusan yang ingin bekerja, sedangkan lulusan yang
akan lanjut sekolah tidak perlu PKL.
- After School Activity Foreign Language Courses ( Jepang dan Inggris)
- Kegiatan Ekstra Kurikuler diantaranya : Memasak, Olahraga, Bermain Musik Tradisional
- Adanya Penelitian dan Percobaan berbasis kelompok
10. Pelatihan bagi masyarakat
11. Program Kepemimpinan Umum Ke Luar negeri (Jepang, Italia, Belanda)
Sekolah dengan luas hampir 100 Ha hanya mempunyai murid sebanyak 90 siswa dari kelas X, XI dan XII dan seterusnya hanya menerima murid sebanyak itu. Proses masuk melalui seleksi ketat dan tiap siswa memperoleh beasiswa penuh dari pemerintah.
Untuk praktikum siswasekolah mempunyai green house, screen house yang dilengkapi fasilitas smart farm, semua dikontrol dengan sistem otomatisasi, sedangkan laboratorium lengkap bahkan tidak ada jurusan pengelasan dan kelistrikan, mere
Pelatihan di LS Mtron
Perusahaan LS Mtron adalah sebuah perusahaan besar yang bergerak dibidang otomotif alat mesin pertanian dengan spesifikasi adalah Traktor, hand traktor dan sejenisnya. Lokasinya terletak di provinsi Jeollabuk-do, para peserta mendapat penjelasan tentang mekanisme kerja mesin Traktor
1.Dijelaskan beberapa alat mesin pertanian diantaranya : Traktor, Cultivator dan Combain
2. Mengetahui bagian dan fungsi komponen traktor yaitu bajak (flow), rotary, lowder.
3. Alat mesin pertanian sudah memakai otomatis sistem control
4. Praktik mengoperasikan macam-macam traktor.
Visit Demiliterisasi Zona (DMZ) for Ecology.Demiliterisasi Zona (DMZ), salah satu perbatasan yang dianggap paling mengerikan di dunia, penuh senjata, arteri, ranjau dan sejumlah penangkal agar tak ada warga Korea Utara yang menyeberang ke Korea Selatan yangselamat.Kawasan penyangga perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan selebar empat kilometer itu bakal menjadi sorotan dunia, bersamaan dengan digelarnya Pertemuan Puncak atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Inter-Korea, yang bersejarah. Untuk pertama kalinya, pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, bakal melintasi garis demarkasi militer DMZ untuk bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, tepatnya di Desa Panmunjom, yang dikenal sebagai Desa Gencatan Senjata, karena di situlah kesepakatan penghentian Perang Korea diteken pada 27 Juli 1953.
Desa Perdamaian, Panmunjom adalah sebuah kompleks bangunan berwarna biru muda yang cerah dengan sederet sejarah kelam pertikaian kedua tetangga Korea Selatan dan Korea Utara. "Pamunjom adalah lambang pemisahan nasional," kata Koh Yu-hwan, ilmuwan kajian Korea Utara di Universitas Dongguk, Seoul. Menurutnya, pilihan Panmunjom sebagai tempat KTT Inter-Korea ketiga sangat tepat. "Untuk mengubah tatanan gencatan senjata di masa depan," kata dia.
Panmunjom menjadi saksi bisu serangkaian insiden militer dan diplomatis selama bertahun-tahun. Juga puluhan putaran perundingan antar-pemerintah, militer serta upaya kemanusiaan sejak dibuka untuk pertama kalinya pada 1971. Yang paling mengerikan adalah tragedi pembunuhan dua tentara Amerika Serikat yang sedang menebang sebatang pohon poplar oleh tentara Korea Utara dengan sebilah kapak. Terletak 60 kilometer dari Seoul dan 210 kilometer dari Pyongyang, Kawasan Keamanan Bersama (JSA) di Panmunjom adalah zona seluas 800 meter kali 400 meter. Di tiap sisi Garis Demiliterisasi Militer (MDL), kedua Korea memiliki kantor penghubung dan ruang konferensi sendiri. Termasuk Rumah Perdamaian di mana Presiden Korsel Moon Jae-in dan pemimpin Korut Kim Jong-un akan bertemu. Berdasarkan kesepakatan 1953 yang terpisah, komando Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan militer Korea Utara diizinkan mengirim tak lebih dari 35 tentara ke JSA. Masing-masing hanya boleh membawa satu pistol atau senapan non-otomatis.(adv)
Editor : adminbp-Admin Balpos