BALIKPAPAN- Pangdam VI Mulawarman bersama Kapolda Kaltim dan jajaran TNI-Polri melakukan video confrens terkait perkembangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diwilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan yang merupakan wilayah di bawah komando Kodam VI Mulawarman, pada Selasa (17/9).
Video confrens yang dilakukan selama kurang lebih 45 menit ini membahas mengenai cara pelaksanaan dan antisipasi karhutla dibeberapa daerah yang menjadi atensi TNI-Polri.
Seperti diketahui jika beberapa wilayah telah melakukan berbagai upaya guna memadamkan karhutla tersebut. Namun karena faktor cuaca dan peralatan, sebagian petugas mengalami kendala.
"Sudah saya sampaikan ke seluruh Kodim di Kaltim, Kalsel dan Kaltara jika tidak bisa mengatasi segera laporkan ke Pangdam dan Kapolda. Nanti kami akan kirim personel untuk membantu," ujar Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Subiyanto.
Tidak hanya personel yang dikerahkan oleh dua pimpinan ini, peralatan mulai ringan hingga berat pun telah disiapkan jika memang dibutuhkan untuk mengurangi titik hot spot yang ada."Harapannya kita beberapa hari kedepan bisa mengatasi karhutla ini," ujarnya.
Sesuai ketentuan jika terdapat suatu musibah atau kejadian, kepala daerah yang memimpinnya namun untuk kali ini bisa mendelegasikannya kepada Dandim atau Kapolres di wilayah masing-masing daerah yang terdampak.
"Kesigapan yang kita perlukan adalah saling bersinergi antara Pemda, TNI dan Polri. Bersama mengatasi masalah ini," tegasnya.
Penanganan karhutla dengan mengirimkan personil ini telah dibuktikan oleh Kodam VI Mulawarman. Saat itu ssbanyak satu pleton personil Yen Zipur 17 dikirim membantu pemadaman di PPU.
"Kemarin sudah kita buktikan dengan mengirim personil ke PPU. Jika diminta daerah karena keterbatasan kita akan tambah," jelas Pangdam.
Saat ini berdasarkan pantauannya daerah yang masih rawan terhadap karhutla adalah Berau, sebagian Kukar dan Tanjung Selor.
"Secara keseluruhan yang luas itu PPU diatas 5 hektar. Kalo yang lain itu dibawahnya, cuma dilokasi lain itu banyak titiknya," tutup Pangdam. (pro/one)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan