Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Umat Buddha Merasa Nyaman Melaksanakan Ibadah

anggri-Radar Tarakan • 2020-08-27 11:15:08
DAPAT PERHATIAN: Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si dan Wakil Bupati Malinau Dr. Topan Amrullah, S.Pd, M.Si berfoto bersama dengan para pejabat dan tokoh agama dari berbagai agama dan umat Buddha, saat meresmikan Vihara Bodhi Sasana Jaya, 25 November 2018
DAPAT PERHATIAN: Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si dan Wakil Bupati Malinau Dr. Topan Amrullah, S.Pd, M.Si berfoto bersama dengan para pejabat dan tokoh agama dari berbagai agama dan umat Buddha, saat meresmikan Vihara Bodhi Sasana Jaya, 25 November 2018

Sama halnya dengan umat Hindu, umat Buddha Kabupaten Malinau juga jumlahnya tidak banyak. Namun, mereka merasa sangat diperhatikan dan bisa dengan nyaman melaksanakan kegiatan ibadah serta kegiatan keagamaan lainnya.

Agussalam Sanip

KENYAMANAN umat Buddha beribadah di Bumi Intimung itu sangat terlihat dengan berdiri tegaknya sebuah bangunan vihara yang berada di puncak bukit di arah Jl. Pusat Pemerintahan Kabupaten Malinau. Vihara yang diresmikan pada Tahun 2018 tersebut bernama Vihara Bodhi Sasana Jaya Malinau sebagai pengganti bangunan vihara yang lama.

Karena itu, menurut salah seorang tokoh agama Buddha yang juga Ketua Vihara Bodhi Sasana Jaya serta Ketua Magabudhi (Majelis Agama Buddha Thrravada Indonesia) Cabang Malinau, Andryantho, kerukunan umat beragama di Kabupaten Malinau sangat kondusif, karena toleransi umat beragama sangat tinggi dan pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Malinau pun sangat mendukung serta menjamin kesamaan hak masing-masing pemeluk agama untuk menjalankan ibadah masing-masing. “Sekalipun kami dari agama Buddha adalah agama yang cukup minoritas di Kabupaten Malinau, tapi kami merasa tidak ada intimidasi atau apapun penekanan baik dari masyarakat di sekitar maupun di dalam Kabupaten Malinau, apalagi dari pemerintahan. Jadi kami sangat merasa santai, nyaman sekali dalam melaksanakan ibadah,” ujar Andryantho saat ditemui usai melaksanakan ibadah di Vihara Bodhi Sasana Jaya, Minggu malam (16/8).

Kembali, tokoh agama Buddha yang mengaku sudah lama tinggal dan hidup di Malinau ini, sejauh yang ia tahu selama ini, terlebih dalam 10 tahun terakhir ini tidak pernah  ada larangan atau gangguan dari pihak manapun dalam beribadah, baik masyarakat lainnya atau pemerintah sendiri. “Seperti yang saya sampaikan tadi, apalagi saya juga masuk di dalam bagian Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Kabupaten Malinau, jadi saya sangat tahu persis tentang keberagaman di dalam Kabupaten Malinau ini,” katanya.

Malinau, lanjutnya, sangat kondusif sekali. Tidak ada gesekan maupun penekanan, baik dari oknum-oknum yang mengatasnamakan organisasi masyarakat (ormas) maupun dari manapun. Untuk itulah pihaknya sangat bahagia menetap dan hidup di kabupaten yang punya filosofi ‘pelangi’ berwarna-warni menjadi satu dan indah. “Jadi kami sangat senang tinggal di Kabupaten Malinau sejak zaman dulu, apalagi belakangan ini dengan adanya kepemimpinan Pak Bupati (Dr. Yansen TP, M.Si) yang sangat bijak dalam memimpin rakyatnya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sesuai data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Malinau pada semester I Tahun 2020 jumlah umat Buddha di Kabupaten Malinau sebanyak 249 orang, yang terdiri dari 130 laki-laki dan 119 perempuan. Dengan jumlah tersebut mereka tidak dibedakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau dari agama lainnya yang ada di Malinau. Mereka juga mendapat bantuan dan perhatian yang sama. “Sangat-sangat banyak bantuan, terutama dalam pembangunan vihara yang kita tempati sekarang ini. Ini juga bagian dari kontribusi pemda sangat besar juga,” ungkapnya lagi.

Disebutkan, bangunan vihara yang sudah berdiri megah memakan biaya hingga Rp 5 miliar dan pihaknya waktu itu mendapat bantuan dari Pemkab Malinau sebesar Rp 2,4 miliar. Selain itu, pihaknya juga mendapatkan hibah tanah untuk akses jalan masuk ke vihara dari pemda. “Dan juga setiap tahunnya kami juga dapat bantuan dari Bagian Sosial (Setkab Malinau) untuk berangkat ziarah ke tempat tanah suci (di India). Jadi kami juga merasa terbantu sekali dengan adanya bantuan dari pemda. Kami sangat berterima kasih,” ucap Andryantho.

Saat ditanya dengan keberagaman dan kerukunan umat beragama di Malinau, Malinau bisa jadi gambaran Indonesia kecil. Ia pun menegaskan sangat pas Malinau disebut Indonesia kecil atau miniaturnya Indonesia. “Sangat-sangat sekali. Karena Malinau ini betul-betul dikatakan miniaturnya Indonesia. Karena di sini kita tahu juga banyak suku, hampir semua suku yang ada di Indonesia mayoritas ada di sini semua. Begitu juga dengan keberagaman agama, juga agama di sini lengkap semua mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu, dan kita juga hidup berdampingan,” tutur dia.

Dengan kondusivitas dan kenyamanan umat beragama menjalankan ibadah dengan tetap mengembangkan semangat toleransi, sebagai salah satu tokoh umat Buddha di Malinau, ia berharap Malinau tetaplah rukun, kondusif, aman, nyaman dan damai untuk agama apapun, suku apapun dan latar belakang apapun. “Inilah harapan kami, terlebih lagi kami bagian dari FKUB Kabupaten Malinau sudah pasti kami juga tetap mengharapkan dan menyandarkan harapan kami kepada estafet kepemimpinan Kabupaten Malinau nanti supaya tetap bisa meneruskan apa yang sudah dilaksanakan oleh pimpinan Kabupaten Malinau sekarang yang sangat kondusif, jadi kita bisa hidup berdampingan,” harapnya.

Sekali lagi, ia atas nama umat Buddha di Kabupaten Malinau mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Pemkab Malinau atas dukungan selama ini kepada umat Buddha Malinau. Karena jujur, kata Andryantho, mungkin saja di daerah lain umat beragamanya tak seberuntung yang ada di Malinau. Sebab semua diperhatikan. “Kami juga sangat beruntung dengan pemerintahan yang ada sekarang ini yang cukup perhatian terhadap semua umat, jadi bukan hanya umat Buddha saja, jadi kami berterima kasih sekali. Jadi sangat baik sekali pemda, kontribusinya sangat besar dan perhatiannya juga sangat baik kepada umat beragama,” ungkapnya. (bersambung/ash)

Editor : anggri-Radar Tarakan