BALIKPAPAN- Rencana proyek flyover Muara Rapak, Balikpapan kini menjadi fokus utama. Pembangunan jembatan layang tersebut dianggap penting, karena selama ini kawasan tersebut dianggap rawan kecelekaan.
Salah satunya, yakni kondisi jalan yang memiliki kemiringan tak ideal, dimana ketinggiannya mencapai 10 persen. Sedangkan, idealnya jalan menanjak presentasenya hanya sekitar 6 sampai 7 persen.
“Ini sangat tidak ideal, maka wajar butuh dibangun flyover,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana, Senin (16/11).
Menurut data Dinas Perhubungan, kecelakaan kerap terjadi melibatkan kendaraan besar dari luar Kota Balikpapan. Biasanya mengangkut pasokan material maupun bahan sembako.
"Memang paling rawan. Tingkat kecelakaannya hampir tiap tahun ada. Cuma yang paling fatal ada di tahun 2012 sampai 2013, ada 3 korban meninggal," terangnya.
Diketahui, rencana pembangunan proyek flyover ini sudah direncanakan sejak tahun 2010. Dan ditahun ini kembali dibahas dan direncankan untuk masa pembanguannya.
Beberapa waktu lalu juga, DPRD dan Pemerintah Provinsi Kaltim telah meninjau lokasi pembangunan flyover Muara Rapak. Jika seluruh dokumen telah rampung, maka pembangunan flyover Muara Rapak bisa segera dikerjakan tahun depan.
Namum, saat ini tengah direvisi detail engineering design (DED). Rencananya pembangunan dilakukan dengan skema multiyears. (rin/pro)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan