BALIKPAPAN - Selama pandemik COVID-19, banyak aktivitas dari masyarakat yang mulai dibatasi. Salah satunya pekerjaan yang lebih banyak dilakukan di rumah.
Dengan adanya work from home ini, beberapa perusahaan akan menerapkan pekerjaan secara daring atau virtual. Dengan menggunakan aplikasi meeting.
adaptasi dengan sistem kerja jarak jauh, berbagai bisnis juga harus mulai menerapkan teknologi digital yang tepat sehingga produktivitas dan stabilitas bisnis tetap terjaga ditengah pandemi. Lark sebagai platform kolaborasi digital hadirkan solusi agar masyarakat dapat tetap bekerja dengan produktif kapanpun dan dimanapun melalui berbagai fitur penunjang yang terintegrasi dalam satu aplikasi.
Lark memiliki berbagai collaboration tools yang terintegrasi dalam satu platform yang saling terhubung. Dengan menghadirkan fitur seperti grup chat yang bisa menjangkau hingga 5.000 orang, panggilan video tanpa batas hingga 100 peserta, dan penyimpanan cloud gratis hingga 200GB, memungkinkan para pengguna untuk berkolaborasi secara dinamis. Messenger, Konferensi Video, Docs & Sheets, Penyimpanan Cloud, Kalender, dan Mail yang terintergrasi menjadikan Lark sebagai pusat komunikasi yang efektif.
"Dengan Lark pengguna dapat mengerjakan berbagai macam hal dalam satu aplikasi," ucap Senior Professional Service Consultant Lark, Suryanto Lee.
Lanjut dia, beberapa pekerjaan seperti membuat dan mengedit dokumen, menerima email, mengirimkan pesan, mengelola agenda, hingga menelepon, serta melakukan video conference tanpa harus berpindah aplikasi menjadi keunggulan tersendiri dari Lark. Fitur dokumen Lark juga dapat diakses secara bersama-sama, sehingga setiap anggota tim dapat mengerjakan dokumen, dan saling memberi ide, komentar atau masukan dalam waktu yang bersamaan.
"Lark dapat meningkatkan konektivitas antar individu dalam sebuah tim sehingga produktivitas bekerja dapat terus meningkat walaupun bekerja dari rumah," terang dia.
Diharapkan melalui kehadiran platform kolaborasi Lark, akan mampu mendorong pembangunan sumber daya manusia dan meningkatkan literasi digital masyarakat di kota Balikpapan. Hal ini tentu bermanfaat untuk menggenjot laju perekonomian yang sempat melambat akibat pandemi COVID-19. (rin/pro)