Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pengungkapan Kasus Narkotika Menurun, Tembakau Ganja Sintetis Jadi Perhatian

Wawan-Wawan Lastiawan • Rabu, 23 Desember 2020 - 03:01 WIB
-
-

BALIKPAPAN - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan berhasil mengungkap sedikitnya delapan kasus narkotika. Yang melibatkan sembilan orang tersangka sepanjang tahun 2020 ini.

Kepala BNNK Balikpapan, Kompol M Daud menyampaikan hal tersebut saat ditemui usai pers rilis akhir tahun 2020 di BNN Balikpapan, Selasa (22/12) pagi menjelang siang. Dirinya mengatakan, jumlah kasus pengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2019 lalu.

"Jumlah kasusnya lebih sedikit dari tahun 2019 lalu mencapai 12 kasus. Tahun ini hanya delapan. Sebenarnya sembilan tapi kita diperbantukan BNNP Kaltim. Dengan tersangka sembilan orang," kata Daud.

Namun, dari delapan kasus tersebut BNN menyita banyak barang bukti. Antara lain ekstasi sebanyak 925 butir, sabu sebanyak 75,84 gram, dan tembakau ganja sintetis sebanyak 20,23 gram.

"Jadi untuk tahun ini kita disuguhi narkotika jenis baru. Sebelumnya hanya ekstasi dan sabu, tahun ini ada tambahan tembakau ganja sintetis. Sejauh ini sudah ada tiga kasus yang kita tangani," ujarnya.

Pada tahun 2020 ini, lanjut Daud, meski dalam situasi pandemi COVID-19 nyatanya peredaran barang haram tersebut masih saja terjadi. Terbukti dari senljumlah pengungkapan yang berhasil dibongkar oleh pihaknya.

"Secara kuantitas memang tahun lalu lebih dominan, tapi kalau secara jenis tahun ini lebih banyak," ungkapnya.

Kemudian dalam aspek pencegahan yang merupakan bagian dari demand
reduction, BNN Kota Balikpapan telah melaksanakan kegiatan advokasi, diseminasi, sosialisasi sebanyak 84 kegiatan. Dengan melibatkan 18.605 peserta dari berbagai kalangan baik melalui tatap muka langsung atau melalui kanal digital.

Selain itu juga menggunakan cara dengan mobil sosialisasi keliling. Ini dianggap aman untuk dilaksanakan, mengingat petugas tidak perlu berinteraksi langsung dengan masyarakat.

"Melalui kegiatan ini BNN
mengkampanyekan bahaya narkoba dan anjuran pemerintah terkait protokol pencegahan COVID-19 di lokasi-lokasi yang strategis di Kota Balikpapan," sebutnya.

BNN Kota Balikpapan juga telah membentuk 30 relawan anti narkoba dan 80 penggiat anti narkoba yang berasal dari lingkungan pemerintah, swasta, pendidikan, dan masyarakat. Setelah melewati masa pelatihan.

"Diharapkan dapat menjadi penggerak pola hidup 100 persen sadar, sehat, produktif, bahagia ditengan-tengah masyarakat," kata dia.

Sepanjang tahun 2020, BNN juga bekerjasama dengan stakeholder telah melakukan tes urin kepada 5.084 orang. Dari jumlah tersebut, 21 orang diantaranya terindikasi positif. Selain itu juga melayani pelayanan tes urin dalam rangka penerbitan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) kepada masyarakat sebanyak 5.562 orang dengan sample positif 11 orang.

Sementara dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan menumbuhkan partisipasi dan kepedulian masyarakat, BNN Kota Balikpapan bekerjasama dengan stakeholder terkait telah
menetapkan Kampung atau Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba).

"Tahun 2020 ini di lokasi Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur (Baltim)," ucapnya.

BNN sepanjang tahun 2020 juga telah menyelenggarakan layanan rehabilitasi
terhadap 105 orang. "Rinciannya sebanyak 78 orang dengan rehabilitasi layanan rawat jalan dan 27 orang rujukan rehabilitasi rawat inap dan pemberian layanan Tim Asesmen Terpadu (TAT) kepada 23 orang," tandasnya.

Daud menambahakn, permasalahan narkoba merupakan kejahatan serius. Oleh sebab itu, membangun mindset dan frame yang sama dalam penanganan permasalahan narkotika adalah langkah awal dalam membangun sistem yang kuat dalam mengatasi permasalahan narkoba.

Kepada pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya P4GN, BNN Kota Balikpapan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungannya tanpa henti sehingga upaya P4GN dapat terlaksana dengan baik.

"Dengan capaian-capaian target yang telah diraih di tahun 2020, BNN Kota Balikpapan tidak berpuas diri dan terus berusaha meningkatkan kinerjanya dengan berbagai upaya pemberantasan, pencegahan dan inovasinya untuk mewujudkan masyarakat Kota Balikpapan yang sehat,"  tutupnya. (rin/pro)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#balikpapan