BALIKPAPAN-Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), siap mendukung rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke kawasan Sepaku, Kabupaten PPU.
Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani mengatakan, sebagai perusahaan pelat merah, Pelni juga siap ambil bagian dalam proses pembangunan IKN. Khususnya dari sisi transportasi laut.
“Dalam proses pembangunan nanti tentu butuh angkutan logistik. Pelni tentu saja siap dan akan mensupport pembangunan IKN,” kata Tri Andayani di Balikpapan.
Di sisi lain, Pelni, disebut Andayani juga berpeluang membuka jalur pelayaran baru maupun penambahan armada, seiring dengan pemindahan IKN ke Kaltim.
Hanya, untuk saat ini, belum ada komunikasi intens dengan Kementerian Perhubungan terkait kemungkinan-kemungkinan tersebut. “Kemungkinan ke arah sana (penambahan armada dan rute) tentu jadi pertimbangan. Tapi sejauh ini kami belum ada komunikasi dengan Kemenhub,” kata Andayani.
Saat ini, ada tiga armada kapal Pelni, yang melayani rute dari dan menuju Balikpapan. Mulai dari KM Labobar, KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang.
Sementara sepanjang periode mudik tahun ini, PT Pelni memprediksi akan ada kenaikan jumlah pemudik sampai 133 persen. Ini, kata Andayani, tak lepas dari kebijakan pemerintah yang memberikan izin mudik, setelah dua tahun dilarang.
Pada periode mudik tahun ini PT Pelni menyiapkan 70 kapal yang terdiri dari 44 kapal perintis dah 26 kapal kapal."Kapal-kapal ini akan menyinggahi ratusan pelabuhan di seluruh Indonesia, dengan total seat 49.300 untuk sekali keberangkatan," imbuh Andayani.
Perempuan yang pernah menjabat Direktur Keuangan PT Pelni ini meneruskan, Pelabuhan Semayang merupakan salah satu pelabuhan paling padat selama periode mudik tahun ini, di bawah Pelabuhan Makassar dan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (hul)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan