BALIKPAPAN-Pekerja pembersihan kapal MT Nurhasanah Lima yang tewas di dalam palka kapal diketahui bekerja tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai. Hal itu disampaikan Kapolsek KP3 Semayang Komisaris Komang Adhi kepada wartawan di Pos Polisi Pelabuhan Kampung Baru Pelindo IV, Baru Ulu, Balikpapan Barat, Senin (23/1).
"Waktu dievakuasi kemarin safety-nya kurang. Tidak menggunakan APD dan perangkat keamanan lainnya. Bahkan ini bisa diduga lalai dalam menjalankan (SOP)," kata Komang.
Bahkan Komang meneruskan, dua pekerja yang meninggal diketahui hanya menggunakan celana dalam saat dievakuasi. Sementara satu pekerja lainnya menggunakan celana dan baju.
Kepolisian, kata dia juga sudah memeriksa sejumlah saksi untuk menggali informasi terkait insiden kecelakaan kerja ini. "Kami sudah memeriksa nakhoda kapal dan agen pelayaran. Saksi-saksi lain juga sudah diperiksa," ungkap Komang.
Selain itu, tim Inafis Polresta Balikpapan juga sudag mengambil sampel CPO (crude palm oil) alias minyak sawit dari dalam kapal MT Nurhasanah Lima. Dalam waktu dekat, personel Puslabfor Mabes Polri Cabang Surabaya juga akan diturunkan untuk membantu proses investigasi.
Diketahui, Kapal MT Nurhasanah Lima sebelumnya berlayar dari Teluk Bayur, Padang, Sumatra Barat sebelum berlabuh di Balikpapan. Kapal ini dikatakan Komang mengangkut CPO.
"Apakah CPO sudah dibongkar sepenuhnya ini masih dalam penyelidikan," kata dia.
KRONOLOGIS
Insiden kecelakaan kerja di palka Kapal MT Nurhasanah Lima yang menewaskan tiga pekerja pembersihan, dikatakan Komang bermula saat pekerja atas nama Arif turun ke dalam palka pada pukul 14.30 Wita, Minggu (22/1).
Karena tak kunjung kembali ke atas, dua rekan Arif yakni Lauzi dan Langkole berinisiatif mengecek ke dalam palka sedalam 7 meter tersebut. Nahas, ketiga pekerja ini justru tak kembali ke atas.
"Akhirnya ada pekerja lain yang melaporkan ke Pos Polisi Pelabuhan dan menghubungi puskemas terdekat karena takut aroma gas menyengat dari dalam palka," kata Komang.
Benar saja, tiga pekerja tersebut dievakuasi oleh Tim Basarnas dalam keadaan meninggal dunia pada Minggu (22/1) malam.
"Kuat dugaan karena menghirup gas beracun di dalam palka makanya Arif tak kembali ke atas. Dua pekerja lainnya yang turun akhirnya ikut menjadi korban karena tidak tahu ada gas beracun," beber Komang.
Jenazah Arif, Lauzi dan Langkole saat ini sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara, Balikpapan. (hul)
Editor : izak-Indra Zakaria