JAKARTA--Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di tahun 2023 ini bisa dikatakan mampu menuai begitu prestasi yang membanggakan. Di antaranya, berhasil mendongkrat posisi pemeringkatannya di level nasional maupun internasional dalam kurun empat hingga tujuh tahun terakhir.
Rektor UNJ, Prof. Komarudin membeberkan pada peringkat versi Webometrics, tahun 2018 posisi UNJ berada di peringkat 99, peringkat ini terus naik hingga saat ini tahun 2023 naik menjadi peringkat ke-39 dari 3.381 Perguruan Tinggi di Indonesia. Begitu juga dengan peringkat versi Scimago Ranking University, pada tahun 2020 posisi UNJ berada diperingkat 49, dan saat ini tahun 2023 naik menjadi Peringkat ke-32. Lalu pada kategori pemeringkatan subyek pendidikan, UNJ berada pada peringkat ke-6 Perguruan Tinggi Negeri Terbaik di Indonesia berdasarkan versi Scimago Institutions Rankings (SIR) 2022.
Selain itu, pihaknya juga bergerak cepat membenahi permasalahan melalui program kerja E-Fine-nya yang fokus pada lima program, yaitu Aset dan Infrastruktur, Tata Kelola dan Kepemimpinan, Reputasi Akademik, Sumber Daya Manusia Unggul dan Kewirausahaan. Atas kerja keras, kolaborasi, dan semangat untuk kembali meningkatkan marwah UNJ, akhirnya pada 2 Februari tahun 2021, UNJ berhasil memperoleh akreditasi Unggul (setara dengan akreditasi A) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), berdasarkan SK BAN-PT Nomor 45/SK/BAN-PT/Akred/PT/II/2021. Status akreditasi Unggul ini berlaku dari 2 Februari 2023 sampai dengan 2 Februari 2026.
"Sementara dari sisi kemahasiswaan, data pencapaian prestasi mahasiswa UNJ pada Desember 2022 sebanyak 1.593 prestasi, terdiri dari 62 prestasi tingkat internasional, 1.220 prestasi tingkat nasional, 89 prestasi tingkat provinsi/wilayah, dan 222 prestasi tingkat UNJ," terang Komarudin dalam keterangan persnya di sela acara Media Gathering di Gedung Rektorat UNJ, Kamis (14/4).
Sesuai dengan tema “Membangun Kemandirian Universitas Menuju World Class University (WCU).”, UNJ siap untuk menjadi perguruan tinggi yang mandiri dan bereputasi dunia. Segenap civitas akademika UNJ terus membangun mimpi, cita-cita, dan pandangan yang jauh ke depan. Pintu pembuka kemandirian universitas adalah otonomi perguruan tinggi, salah satunya melalui status PTN-BH yang saat ini UNJ sedang dalam proses penilaian di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
"Untuk mewujudkan kemandirian universitas, setidaknya ada 4 modal utama yang harus diperhatikan, yaitu kesiapan modal identitas/penciri universitas, modal manusia, sumber daya teknologi informasi dan sumber daya organisasi. Selain itu, perubahan mind set dan mental untuk berubah juga sangatlah penting, " tegasnya.
Prof. Komarudin menambahkan bahwa untuk menjadi perguruan tinggi terbaik, tidak cukup dengan predikat unggul saja dan mandiri saja, tetapi perlu diikuti dengan pencapaian pemeringkatan di dunia atau World Class University. Untuk mewujudkan harapan ini, dibutuhkan komitmen, sinergitas, dan strategi yang tepat.
Terkait hal ini, ada tujuh strategi bagi UNJ menuju WCU, yaitu Penguatan tata kelola dan kinerja universitas, Penguatan SDM dan kepakaran, Penguatan core competent dan kualitas pendidikan, Output riset dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak bagi masyarakat, DUDI, dan Negara, Penguatan insfrastuktur dan sistem teknologi informasi, Penguatan peran alumni dan jejaring kerja sama, baik nasional maupun internasional, dan Penguatan publikasi, sitasi, dan sumber informasi pada website universitas.
"Melalui berbagai capaian prestasi UNJ selama 5 tahun ini, kita semua patut bersyukur namun tetap tidak boleh larut dalam capaian ini. Untuk itu melalui komitmen, kolaborasi, dan keikhlasan para sivitas akademika UNJ dalam membangun UNJ lebih baik lagi sangat diperlukan, khususnya mencapai visi – misi UNJ menjadi World Class University," tutup Prof. Komarudin. (cha/pro2)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan