TENGGARONG - Fenomena astronomi langka, Gerhana Matahari Hibrida kembali terjadi di Indonesia pada Kamis (20/4) setelah terakhir muncul tahun 1807 silam. Fenomena ini adalah sebuah gerhana matahari yang terjadi ketika matahari, bulan dan bumi berada dalam satu garis. Sehingga menyebabkan sinar matahari tertutup bulan untuk sementara waktu.
Gerhana Matahari Hibrida adalah gerhana matahari yang pada jalurnya mengalami dua fase sekaligus, yaitu fase cincin dan fase total. Fenomena Gerhana Matahari Hibrida ini terbilang sangat langka dan jarang terjadi di wilayah yang sama. Di Indonesia mengalami gerhana matahari sebagian karena terkena bayangan semu.
Di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat kesempatan untuk melihat fenomena ini meskipun tidak sepenuhnya. Dijelaskan Anggota Komunitas Pecinta Astronomi (KOMPAS) Kukar, Wedy Handoko yang melakukan pengamatan di Planetarium Tenggarong sejak pukul 10.00 WITA. Tenggarong hanya dapat melihat sebagian dari fenomena ini, atau dapat disebut Gerhana Matahari Parsial.
"Fenomena ini terjadi sepenuhnya di wilayah Indonesia bagian Timur. Jadi kita di Tenggarong tertutup matahari dari fenomena ini sekitar 52,6 persen," jelas Wedy.
Wedy menyebut KOMPAS Kukar menggunakan dua teleskop untuk melakukan pengamatan Gerhana Matahari Hibrida ini. Dirinya menyebut fenomena ini akan melintasi Samudera Hindia, bagian utara Australia, kemudian bergeser ke Timor Leste. Dan ke 11 wilayah di Indonesia bagian timur, dan akhirnya ke Samudera Pasifik.
Samudera Hindia dan Samudera Pasifik akan menyaksikan gerhana matahari cincin. Sedangkan bagu wilayah Australia, Timor Leste, dan 11 wilayah di Indonesia timur akan menyaksikan gerhana matahari total. Tepatnya di Pulau Kisar, Maluku, kemudian melintas ke Pulau Maopora, Pulau Damar, Pulau Watubela, lalu ke wilayah Papua Barat, dan berakhir di Pulau Biak, Papua.
“Untuk Tenggarong puncaknya tadi sekitar jam 12.18. Mereka terjadi selama satu menit 13 detik. Dan untuk setiap daerah berbeda-beda. Di bagian Timur Indonesia itu gerhana matahari total, agak ke Barat gerhana matahari sebagian, dan semakin ke Barat intensitas gerhananya semakin berkurang,” tutup Wedy. (moe)
Editor : izak-Indra Zakaria