BALIKPAPAN-Pemerintah Provinsi Kaltim berusaha mempercepat progress pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK), Kutai Timur.
Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Pemprov Kaltim Ujang Rachmad mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengidentifikasi beberapa hal terkait upaya pengembangan KEK Maloy.
“Tadi kami mengidentifikasi beberapa hal yang harus segera ditindaklanjuti, terkait persyaratan-persyaratan kelembagaan, teknis, maupun infrastruktur. Ini yang kami lihat, misalnya kalau izin belum keluar kenapa, siapa yang menyelesaikan,” kata Ujang di Balikpapan, Senin (15/5) siang.
Ujang mengatakan, infrastruktur penunjang juga tengah disiapkan agar investor tertarik berinvestasi di KEK MBTK, terutama jalan, telekomunikasi, air, listrik. Semuanya itu diperlukan untuk sebuah usaha di KEK MBTK. “Beberapa sudah ada dan ada yang masih perlu ditingkatkan dan lainnya,” ujar Ujang.
Untuk infrastruktur jalan, Ujang menyebut sudah ada jalan di dalam kawasan. Ke depan pemerintah juga sedang berusaha mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang dan ditargetkan tuntas dalam waktu dekat. “Untuk infrastruktur penyediaan air kami targetkan selesai bulan ini,” imbuh Ujang.
Ke depan, pemerintah juga tengah menyiapan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) gabungan antara Pemprov Kaltim dengan Pemkab Kutim. Pembentukan BUMD ini menjadi solusi soal pihak mana yang bakal mengelola KEK Maloy. “Dengan adanya BUMD, dia memiliki kewenangan yang cukup untuk mengelola daerah (KEK Maloy) tersebut,” jelas dia.
Mantan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim ini menargetkan BUMD gabungan ini bisa terbentuk pada akhir 2023 mendatang. “Kajiannya sudah selesai, drafnya sudah ada. Tinggal prosesnya dipercepat,” tutup dia. (hul).
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan