Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Waru Kaltim Plantations (WKP) melakukan kolaborasi demi meningkatkan kemampuan Dalkarlabun Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) Desa Bangun Mulya dan Keluarahan Waru. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kelurahan Waru pada Kamis (21/9) tersebut demi meningkatkan kemampuan para personel dalam pengendalian bencana serta mewujudkan kekompakan, kedisplinan, dan kesiapsiagaan serta pemahaman tentang SOP pelaksanaan kegiatan pemadaman di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut hadir Zakaria, Asisten Sustainability PT WKP, Seto Adi Wibowo, Fire Management PT WKP, Asmirilda, Kepala Bidang Perkebunan Berkelanjutan Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Rusdy Ma'julekka, SP, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Sudono, Kepala Desa Bangun Mulya, Rusli, Lurah Waru, Sutikno, Babinsa Kelurahan Waru, Tim Brigade Dinas Pertanian Kabupaten PPU, para anggota KTPA Bangun Mulya dan KTPA Kelurahan Waru.
Menurut Seto Adi Wibowo, Fire Management PT WKP mengatakan jika kolaborasi seperti ini akan semakin merapatkan barisan dalam memitigasi kebakaran lahan dan kebun antara pemerintah, instansi, perusahaan besar swasta dan para pekebun sekitar.
“Di tengah kondisi kemarau tahun 2023 yang masih berlangsung di Kalimantan Timur dan tingginya pembukaan lahan dengan cara membakar, menjadi upaya bersama," ucap Seto Adi Wibowo.
Asmirilda menekankan, "Saat ini, KTPA di Kalimantan Timur telah mencapai 136 kelompok dan 57 kelompok di antaranya telah menjalin kemitraan dengan perusahaan. Di Penajam Paser Utara sendiri telah terbentuk 10 KTPA dan baru 7 di antaranya yang telah bermitra dengan perusahaan, yakni 3 KTPA bermitra dengan PT STN dan 4 KTPA bermitra dengan PT WKP," jelas Asmirilda, Kepala Bidang Perkebunan Berkelanjutan Dinas Pertanian Propinsi Kalimantan Timur.
Melalui kegiatan sosialisasi, pembinaan, dan pengendalian kebakaran lahan dan kebun ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan para personel dalam pengendalian bencana serta mewujudkan kekompakan, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan serta pemahaman tentang SOP pelaksanaan kegiatan pemadaman di lapangan.
"Lebih baik satu kali sembilan dari pada sembilan kali satu, dimana ungkapan ini bermakna lebih baik satu ilmu diulang sembilan kali dari pada sembilan ilmu hanya dilakukan sekali" tambah Asmirilda.
Kegiatan yang dilakukan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi wilayah ini.
“Kegiatan seperti ini memiliki nilai yang sangat positif dan bermanfaat, dan kami berharap bahwa ini akan menjadi langkah awal untuk kolaborasi-kolaborasi berikutnya yang sama-sama membawa dampak positif,” tutup Zakaria, Asisten Sustainability. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria