PROKAL.co, PENAJAM — Pantai Tanjung Jumlai menjadi pusat Gerakan Bersih Destinasi Wisata Serentak dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Sedunia 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengajak masyarakat menjadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya dalam mengembangkan pariwisata daerah.
Gerakan tersebut dibuka Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Jumat (25/9/2026), dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, perusahaan, pelajar, komunitas hingga masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0913/PPU Letkol Inf Fandy Satria Dwi Wahyuono, anggota DPRD PPU Jamaluddin serta jajaran pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Abdul Waris mengatakan aksi bersih-bersih destinasi tidak boleh dipandang sebatas kegiatan memungut sampah. Menurutnya, kebersihan merupakan bagian dari upaya membangun citra destinasi wisata sekaligus kenyamanan bagi pengunjung.
“Gerakan Bersih Destinasi Wisata hari ini mungkin terlihat sederhana. Kita mengambil sampah, membersihkan pantai, merapikan lingkungan. Tetapi kita tidak hanya sedang membersihkan pantai, kita sedang menjaga wajah pariwisata Kabupaten Penajam Paser Utara,” ujar Abdul Waris.
Ia menekankan, kebersihan destinasi tidak cukup dijaga hanya ketika ada kegiatan atau peringatan tertentu. Pemerintah, pengelola wisata, pelaku usaha, komunitas hingga masyarakat perlu membangun kebiasaan menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan destinasi wisata PPU. Anak muda diharapkan tidak hanya hadir sebagai wisatawan, tetapi turut menjadi penggerak kepedulian terhadap lingkungan.
“Jangan hanya datang untuk foto dan membuat konten. Mari kita juga membuat konten tentang kepedulian, tentang kebersihan, tentang keindahan alam PPU dan bagaimana kita menjaga destinasi kita agar tetap menarik untuk dikunjungi,” katanya.
Ia mengajak masyarakat menerapkan prinsip “datang, nikmati, dokumentasikan dan jaga” saat berwisata. Artinya, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan destinasi, tetapi juga ikut menjaga kondisi lingkungan setelah meninggalkan lokasi.
Abdul Waris mengingatkan, keberhasilan gerakan tersebut tidak ditentukan dari seberapa banyak sampah yang berhasil dikumpulkan dalam satu hari. Yang lebih penting adalah perubahan perilaku masyarakat setelah kegiatan berakhir.
“Jangan sampai hari ini kita bersihkan pantai, besok sampahnya kembali lagi. Mari kita bangun budaya baru: destinasi bersih bukan karena ada kegiatan, tetapi karena masyarakat sudah memiliki kesadaran,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Waris juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Bank Kaltimtara Cabang PPU, PT Kilang Pertamina Balikpapan di Lawe-Lawe serta PT Pertamina Patra Niaga–Project Lawe-Lawe.
Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.
“Mari kita mulai dari hal sederhana, buang sampah pada tempatnya, kurangi sampah plastik, jaga kebersihan, rawat fasilitas dan ajak orang lain melakukan hal yang sama,” tuturnya.
Melalui momentum Hari Pariwisata Sedunia 2026, Pemkab PPU mendorong kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas dan masyarakat untuk menjaga destinasi wisata agar tetap bersih, nyaman dan menarik.
Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengembangan pariwisata PPU yang tidak hanya mengandalkan potensi alam, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga destinasi secara berkelanjutan. (bs/adv)
Editor : Wawan