Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Harga Tiket Pesawat Melambung Tinggi, Warga Balikpapan Menjerit Keluhkan Biaya dan Tiket Langka

Redaksi Prokal • Sabtu, 11 April 2026 | 07:30 WIB
MELONJAK: Aktivitas penerbangan dari Bandara SAMS Sepinggan. (Arif Fadillah)
MELONJAK: Aktivitas penerbangan dari Bandara SAMS Sepinggan. (Arif Fadillah)

BALIKPAPAN — Kenaikan harga tiket pesawat dalam beberapa waktu terakhir mulai membebani kantong masyarakat di Kota Beriman. Lonjakan tarif yang cukup signifikan ini sangat terasa pada rute-rute gemuk, terutama rute favorit Balikpapan–Jakarta, yang membuat banyak calon penumpang terpaksa merogoh kocek lebih dalam.

Salah satu calon penumpang, Intan, mengaku terkejut dengan perubahan harga yang begitu drastis. Untuk perjalanannya bulan ini ke Jakarta, ia harus mengeluarkan biaya Rp1,9 juta untuk tiket keberangkatan dan Rp2,1 juta untuk tiket pulang. Padahal, dalam kondisi normal, ia biasanya hanya perlu membayar di kisaran Rp1,2 juta hingga Rp1,3 juta.

Selain faktor harga, Intan juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait isu perubahan jadwal sepihak yang sedang ramai di jagat maya. "Agak was-was juga, takut kena reschedule seperti yang banyak dikeluhkan di media sosial. Semoga ke depan harga tiket bisa lebih stabil lagi dan jadwal lebih pasti," harapnya pada Kamis (9/4/2026).

Menanggapi keluhan tersebut, pihak maskapai mengonfirmasi bahwa kenaikan harga tiket tidak bisa dihindari akibat melambungnya biaya operasional. Station Manager Lion Air Balikpapan, Arif, mengungkapkan bahwa harga bahan bakar pesawat atau avtur telah mengalami kenaikan yang sangat tajam sejak awal April.

“Kenaikan tiket ini dipengaruhi harga avtur yang naik cukup signifikan, hampir 70 sampai 80 persen. Bahan bakar itu komponen terbesar biaya operasional, mencapai sekitar 40 persen dan tidak bisa dikurangi,” jelas Arif pada Jumat (10/4/2026).

Bukan hanya masalah harga, ketersediaan tiket pun kian menipis. Arif menyebutkan bahwa arus balik pasca-Lebaran masih sangat terasa hingga saat ini. Tingkat keterisian penumpang (okupansi) untuk penerbangan menuju Balikpapan dilaporkan hampir menyentuh angka 100 persen.

"Untuk yang datang ke Balikpapan hampir penuh semua. Bahkan untuk beberapa tanggal ke depan tiket sudah habis," tambahnya. Meski permintaan melonjak, jumlah penerbangan harian dari dan menuju Bandara SAMS Sepinggan masih tergolong normal, yakni di kisaran 30 hingga 36 penerbangan per hari.

Sebagai langkah pengembangan, pihak maskapai juga membocorkan rencana pembukaan rute internasional baru, yakni Balikpapan–Kuala Lumpur, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Juni mendatang dengan frekuensi satu kali sehari.

Di tengah situasi tarif yang tidak menentu ini, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan jauh-jauh hari dan sangat disarankan untuk memesan tiket pulang-pergi (PP) sekaligus guna mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi maupun risiko kehabisan tiket. (*)

Editor : Indra Zakaria
#balikpapan #tiket