BALIKPAPAN – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan resmi mendeportasi seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda berinisial JG pada Rabu (15/4/2026). Pemulangan ini dilakukan melalui penerbangan komersial rute Balikpapan–Jakarta sebelum JG melanjutkan perjalanan udara menuju negara asalnya, Belanda.
Keputusan pemulangan paksa ini diambil setelah pihak imigrasi memastikan kesehatan mental JG dalam kondisi stabil. Sebelumnya, JG sempat diamankan petugas karena diduga mengalami gangguan kejiwaan yang memicu kegaduhan di area bandara beberapa waktu lalu.
"Yang bersangkutan terindikasi mengalami gangguan mental dan sempat membuat keributan," ujar Kepala Seksi Intelijen Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan, Doni Purwokohadi Sandra Dewa.
Selama dalam pengawasan pihak imigrasi, JG mendapatkan perhatian khusus dengan dirujuk ke dokter spesialis kejiwaan di Rumah Sakit Tentara. Melalui hasil pemeriksaan medis, JG mendapatkan terapi obat yang efektif menstabilkan kondisi psikologisnya. Perubahan ini dianggap sangat signifikan mengingat perilaku JG sebelumnya yang cenderung tidak terkendali.
Catatan pihak imigrasi menunjukkan bahwa sebelum menjalani pengobatan, JG kerap berteriak, bernyanyi tanpa arah, hingga melakukan tindakan tidak pantas seperti mencoba melepas pakaian di dalam ruang detensi. Namun, dalam dua hari terakhir sebelum jadwal keberangkatan, JG tampak jauh lebih tenang dan sudah bisa diajak berinteraksi secara normal.
Meski demikian, proses keberangkatan menuju bandara sempat diwarnai ketegangan kecil. Kondisi emosional JG sempat kembali terganggu ketika pihak keluarga memintanya berhenti menggambar untuk bersiap melakukan perjalanan. Namun, situasi tersebut tidak berlangsung lama dan dapat segera diatasi.
"Setelah itu kembali stabil, sehingga proses pemulangan tetap dilanjutkan," tambah Doni. Pihak imigrasi memastikan bahwa seluruh prosedur deportasi dilakukan dengan pengawalan ketat sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini dilakukan guna menjamin keselamatan JG serta kenyamanan penumpang lainnya selama perjalanan hingga tiba di Belanda. (*)
Editor : Indra Zakaria