BALIKPAPAN – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite yang sangat signifikan mulai memukul sektor transportasi publik di Kota Beriman. Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan kini tengah menggodok usulan penyesuaian layanan bus Balikpapan City Trans (BCT), mulai dari pemangkasan jam operasional hingga pengurangan jumlah armada yang beroperasi.
Kepala Dishub Balikpapan, M. Fadli Pathurrahman, mengungkapkan bahwa kenaikan harga Dexlite yang hampir menyentuh angka Rp10.000 per liter menjadi beban berat bagi biaya operasional. "Dari sebelumnya sekitar Rp14.500 per liter, kini naik menjadi Rp24.150. Kenaikan ini jelas berpengaruh besar terhadap keberlangsungan layanan BCT," ujar Fadli, Senin (20/4/2026).
Sebagai langkah efisiensi, Dishub mempertimbangkan untuk membatasi jam operasional bus. Jika biasanya bus melayani warga hingga malam hari, ke depannya operasional berpotensi hanya sampai pukul 18.00 WITA. Selain itu, jumlah armada yang saat ini berjumlah 23 unit diusulkan untuk dikurangi menjadi 18 atau 19 unit saja yang mengaspal setiap harinya.
Namun, Fadli menegaskan bahwa segala bentuk penyesuaian ini masih bersifat rekomendasi. Hal ini dikarenakan kewenangan pengelolaan BCT berada di bawah naungan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan melalui BPTD Kelas II Kalimantan Timur.
"Kami hanya memberikan usulan sebagai rekomendasi teknis di lapangan. Keputusan akhir tetap ada di tangan kementerian melalui balai terkait," tegasnya.
Pihak Dishub berharap kepastian mengenai penyesuaian layanan ini dapat segera diputuskan dan diumumkan kepada masyarakat luas. Hal ini krusial agar pengguna setia BCT dapat mengantisipasi perubahan jadwal dan jumlah bus, sehingga mobilitas harian mereka tidak terganggu secara mendadak akibat tekanan ekonomi di sektor energi ini. (*)
Editor : Indra Zakaria