Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemarau Basah di Kaltim: El Nino Melemah, Masyarakat Diminta Mulai 'Panen' Air Hujan

R
Kepala BMKG Balikpapan, Djoko Sumardiono. (ARIF FADILLAH/Balikpapan Pos)
Kepala BMKG Balikpapan, Djoko Sumardiono. (ARIF FADILLAH/Balikpapan Pos)

Advertisement

BALIKPAPAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan memprediksi musim kemarau tahun 2026 di Kalimantan Timur tidak akan se-ekstrem tahun-tahun sebelumnya. Fenomena El Nino yang melanda tahun ini terdeteksi berada pada kategori lemah, sehingga pola cuaca cenderung mengarah pada fenomena "kemarau basah".

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, menjelaskan bahwa meskipun Kaltim mulai memasuki periode kemarau sejak April dengan puncak pada Agustus, intensitas kekeringannya diperkirakan masih dalam batas normal hingga di atas normal. Artinya, curah hujan masih akan turun meskipun frekuensinya jauh lebih rendah dibandingkan musim penghujan.

“Fenomena El Nino tahun ini tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya. Untuk Kalimantan Timur, polanya tidak sepenuhnya kering. Masih ada potensi hujan ringan hingga sedang selama periode April hingga Agustus,” jelas Djoko dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).

Advertisement

Meski diprediksi tidak akan gersang total, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Risiko kekurangan air bersih tetap membayangi wilayah Kaltim. Hal ini disebabkan oleh karakteristik air hujan pada musim kemarau yang biasanya cepat mengalir ke drainase tanpa terserap secara maksimal ke dalam tanah atau cadangan air tanah.

Sebagai langkah mitigasi, BMKG mendorong warga untuk menerapkan metode "panen air hujan". Metode ini dilakukan dengan menampung air saat hujan turun sebagai cadangan strategis untuk kebutuhan sehari-hari selama hari-hari tanpa hujan.

Dengan kondisi kemarau basah ini, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mungkin sedikit tereduksi, namun kesiapsiagaan terhadap ketersediaan air bersih tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh elemen masyarakat di Bumi Etam. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

El Nino Ekstrem Cengkeram Kaltim Hingga 2027: Musim Hujan Diprediksi Lebih Singkat

El Nino Ekstrem Cengkeram Kaltim Hingga 2027: Musim Hujan Diprediksi Lebih Singkat

El Nino Ekstrem Cengkeram Kaltim Hingga 2027: Musim Hujan Diprediksi Lebih Singkat, Ancaman Bencana Mengintai (Rekomendasi)

El Nino Ancam Balikpapan: BPBD Minta Warga Waspadai Bencana dan Peduli Surat Edaran Wali Kota

El Nino Ancam Balikpapan: BPBD Minta Warga Waspadai Bencana dan Peduli Surat Edaran Wali Kota

Kewaspadaan ini berlandaskan pada Surat Edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 300.2.1/1059/E/SETDA mengenai Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem El Nino yang menjadi panduan bersama dalam mitigasi bencana kema

Ancaman El Niño Nyata: Titik Panas di Kaltim Tembus 78 Titik, Puncak Kemarau Mengintai di Agustus

Ancaman El Niño Nyata: Titik Panas di Kaltim Tembus 78 Titik, Puncak Kemarau Mengintai di Agustus

Ancaman El Niño Nyata: Titik Panas di Kaltim Tembus 78 Titik, Puncak Kemarau Mengintai di Agustus

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer