Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Mafia BBM Subsidi di Kaltim Digulung! Polda Sita 20 Ribu Liter Pertalite-Solar dan Ratusan Barcode Ilegal

Redaksi Prokal • Jumat, 1 Mei 2026 | 09:52 WIB
Wakapolda Kaltim meninjau barang bukti BBM subsidi yang diamankan di Mapolda Kaltim. (Moeso Novianto)
Wakapolda Kaltim meninjau barang bukti BBM subsidi yang diamankan di Mapolda Kaltim. (Moeso Novianto)

 
PROKAL.CO- Praktik kotor penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Kalimantan Timur akhirnya terbongkar secara besar-besaran. Dalam operasi kilat selama 30 hari terakhir, jajaran Polda Kaltim sukses mengungkap 22 kasus penyelewengan distribusi Pertalite dan Solar subsidi yang tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota di Bumi Etam. Langkah tegas ini menjadi sinyal keras bagi para mafia bahan bakar yang selama ini mengeruk keuntungan dari hak masyarakat kecil.

Keberhasilan Satuan Tugas khusus ini diumumkan langsung dalam konferensi pers di Mapolda Kaltim pada Kamis (30/4/2026). Tidak tanggung-tanggung, dari tangan para pelaku, polisi menyita total 20.867 liter BBM subsidi yang terdiri atas 15.765 liter Pertalite dan 5.102 liter Solar. Selain cairan bahan bakar, petugas juga mengamankan 113 kartu atau barcode yang diduga kuat menjadi "senjata utama" para pelaku untuk mengelabui sistem pengisian di SPBU demi melakukan transaksi berulang secara ilegal.

Wakapolda Kaltim, Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk perhatian penuh kepolisian terhadap keresahan masyarakat terkait kelangkaan BBM. Menurutnya, distribusi BBM subsidi adalah isu sensitif yang menyangkut hak warga negara, sehingga penertiban ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, mulai dari TNI, Kejaksaan Tinggi Kaltim, hingga PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan. Kerja sama ini bertujuan memastikan bahwa setiap tetes bahan bakar subsidi benar-benar sampai ke tangan yang berhak.

Dibalik angka sitaan yang fantastis tersebut, terungkap berbagai modus cerdik yang dilakukan oleh puluhan tersangka yang kini telah diamankan. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim, Kombes Pol Bambang Yugo Pamungkas, membeberkan bahwa para pelaku kerap menggunakan banyak barcode berbeda untuk menimbun BBM, sebelum akhirnya didistribusikan kembali ke sektor industri atau dijual dengan harga nonsubsidi demi keuntungan pribadi. Praktik ini ditemukan merata di sembilan wilayah strategis, mulai dari Balikpapan, Samarinda, hingga kawasan hulu seperti Mahakam Ulu.

Meski telah mengamankan barang bukti dalam jumlah besar, Polda Kaltim memastikan bahwa tindakan ini tidak akan berhenti di sini. Penyelidikan akan terus dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan mafia yang lebih besar di balik distribusi ilegal tersebut. Kepolisian berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan di lapangan agar BBM bersubsidi tidak lagi menjadi ladang bisnis haram, melainkan murni dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan.

Editor : Indra Zakaria
#pertalite