Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Transformasi Digital Pendidikan Balikpapan, Guru Didorong Adaptif Manfaatkan Teknologi

Wawan • Selasa, 5 Mei 2026 | 07:37 WIB
Transformasi digital di sektor pendidikan Kota Balikpapan terus menunjukkan kemajuan, terutama dalam penyediaan perangkat pembelajaran berbasis teknologi.
Transformasi digital di sektor pendidikan Kota Balikpapan terus menunjukkan kemajuan, terutama dalam penyediaan perangkat pembelajaran berbasis teknologi.

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN- Transformasi digital di sektor pendidikan Kota Balikpapan terus menunjukkan kemajuan, terutama dalam penyediaan perangkat pembelajaran berbasis teknologi. Namun, di balik perkembangan tersebut, tantangan utama kini justru terletak pada kesiapan sumber daya manusia (SDM), khususnya para guru dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi di ruang kelas.

Sejumlah sekolah di Balikpapan diketahui telah dilengkapi perangkat digital seperti papan interaktif (smartboard) dan Chromebook. Kendati demikian, pemanfaatannya dinilai belum maksimal. Dalam praktiknya, perangkat tersebut masih kerap digunakan sebatas alat presentasi, seperti menampilkan materi PowerPoint atau fungsi serupa proyektor konvensional.

Padahal, teknologi tersebut memiliki potensi besar untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Guru sejatinya dapat memanfaatkan berbagai fitur digital untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan sesuai dengan karakter siswa masa kini.

“Persoalan utama saat ini bukan lagi pada perangkat, tetapi pada kesiapan penggunanya. Guru harus mampu beradaptasi dan memahami fitur teknologi agar pembelajaran menjadi lebih efektif,” ujar Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR RI, usai kegiatan penguatan kapasitas guru bertajuk Inovcasi Pembelajaran Berbasis Digital Melalui Optimalisasi Papan Interaktif Digital, Senin (4/5) di Ballroom Swissbellhotel Balikpapan.

Menurutnya, para pendidik sebenarnya telah dibekali dengan berbagai pelatihan, termasuk akses ke platform digital dan template pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan lokal. "Materi berbasis konteks daerah, seperti muatan lokal Balikpapan, juga mulai didorong untuk diintegrasikan dalam pembelajaran digital," ujar Hetifah.

Penguatan kapasitas guru pun menjadi fokus utama ke depan. Perbedaan karakteristik pembelajaran di setiap jenjang, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, lanjut Hetifah, menuntut pendekatan desain pembelajaran yang berbeda. Karena itu, pelatihan lanjutan secara berkelanjutan dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Di sisi lain, tantangan juga muncul dari sebagian guru senior yang masih merasa kurang percaya diri dalam menggunakan teknologi. "Nah, kondisi ini membuat pemanfaatan perangkat digital cenderung didominasi oleh guru-guru muda. Padahal, seluruh tenaga pendidik dituntut untuk mampu beradaptasi agar tidak tertinggal," kata anggota DPR RI dari fraksi Golkar ini.

Hetifah menambakan, adaptasi ini menjadi krusial mengingat mayoritas siswa saat ini merupakan generasi digital native yang terbiasa dengan konten visual dan interaktif. Metode pembelajaran konvensional dinilai semakin sulit mempertahankan perhatian siswa dalam waktu yang lama. "Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, guru yang telah menguasai teknologi diharapkan bisa berperan sebagai fasilitator bagi rekan sejawatnya. Pendekatan kolaboratif diharapkan mampu mempercepat pemerataan kompetensi digital di lingkungan sekolah," tambahnya.

Sementara itu, pemerintah kota juga berencana menambah perangkat pembelajaran digital pada tahun ini. Meski sempat direncanakan sebanyak tiga unit per sekolah, penyesuaian anggaran membuat realisasi kemungkinan hanya satu unit per sekolah, baik negeri maupun swasta.

Dengan berbagai langkah tersebut, transformasi digital pendidikan di Balikpapan diharapkan tidak hanya bertumpu pada ketersediaan perangkat, tetapi juga diiringi peningkatan kapasitas guru. "Hal ini penting agar pembelajaran yang dihadirkan benar-benar relevan, interaktif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital," ujar Hetifah.

Editor : Wawan
#pendidikan #Hetifah Sjaifuddian