BALIKPAPAN — Gelombang aksi kriminalitas jalanan yang marak terjadi belakangan ini di Kota Beriman mulai meresahkan warga. Lonjakan kasus pembegalan di sejumlah titik memaksa Pemerintah Kota Balikpapan bersama jajaran kepolisian memperketat pengamanan dan mengintensifkan patroli malam. Masyarakat pun diminta untuk melipatgandakan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang terpaksa beraktivitas pada malam hingga dini hari.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, mengungkapkan bahwa pihaknya terus membangun koordinasi yang solid dengan Polres Balikpapan guna menekan angka kriminalitas ini. Menurut Rahmad, hal yang patut digarisbawahi adalah tindak kejahatan jalanan saat ini tidak lagi memandang kondisi infrastruktur. Logikanya, meskipun akses jalan sudah mulus dan lampu penerangan jalan memadai, pelaku kriminal selalu mengintai saat ada celah.
“Senyaman dan seaman apa pun suatu kota, potensi tindak kejahatan tetap ada. Bisa jadi bukan karena niat, tetapi karena adanya kesempatan,” ungkap Rahmad mengingatkan.
Melihat fakta di lapangan, orang nomor satu di Balikpapan ini mengimbau dengan sangat agar masyarakat tidak bepergian sendirian di atas jam tengah malam apabila tidak mengemban urusan yang mendesak. Jika terpaksa harus keluar rumah, ia menyarankan agar warga berboncengan atau meminta ditemani demi meminimalisir risiko menjadi target incaran komplotan begal.
“Kalau perlu jangan berangkat sendiri, ada yang menemani. Kalau memang tidak terlalu penting keluar rumah tengah malam, lebih baik ditunda sampai besok,” tambah Rahmad.
Wali Kota juga membeberkan salah satu titik yang sempat menjadi lokasi pembegalan, yakni di kawasan Jalan Mukmin Faisyal. Jalur tersebut sejatinya memiliki akses jalan yang sangat bagus dan terang, namun kondisinya yang sunyi dari mobilitas kendaraan saat larut malam dimanfaatkan oleh para pelaku untuk melancarkan aksi jahatnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Balikpapan bersama aparat penegak hukum akan memetakan kembali wilayah-wilayah sunyi dan rawan untuk disisir secara berkala melalui patroli skala besar. Pemerintah berharap adanya sinergi dari masyarakat untuk ikut menjaga keamanan lingkungan masing-masing, karena kewaspadaan dini dari diri sendiri merupakan benteng terkuat dalam melumpuhkan ruang gerak para pelaku kriminalitas. (*)
Editor : Indra Zakaria