Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tragedi di Panti Asuhan Balikpapan: Remaja 15 Tahun Tewas Akibat Pendarahan Otak, Pelaku Diduga Rekan Sendiri

Redaksi Prokal • Senin, 15 Juni 2026 | 08:23 WIB
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold H.Y. Kumontoy, S.I.K., M.Si.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold H.Y. Kumontoy, S.I.K., M.Si.

BALIKPAPAN — Kabar duka sekaligus memilukan datang dari sebuah panti asuhan di kawasan Balikpapan Selatan. Seorang remaja berusia 15 tahun yang tinggal di panti tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan keras. Kendati sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit, nyawa korban tidak tertolong akibat pendarahan hebat di otak.

Pihak kepolisian langsung bergerak cepat begitu menerima laporan mengenai kematian tragis ini. Aparat segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi-saksi.

"Korban memang tinggal di panti asuhan tersebut. Kemarin kami sudah langsung turun ke TKP," ujar Kapolsek Balikpapan Selatan, Kompol Abu Sangit, Minggu (14/6/2026). Berdasarkan hasil penyelidikan awal dari pihak kepolisian, fakta mengejutkan terungkap. Terduga pelaku penganiayaan ternyata merupakan rekan sesama penghuni di panti asuhan tersebut. Keduanya terlibat perkelahian sengit yang berujung fatal bagi korban.

Mengingat status hukum terduga pelaku yang juga masih di bawah umur, penanganan kasus ini langsung dialihkan ke instansi khusus demi memenuhi hak-hak anak sesuai undang-undang yang berlaku.

"Mereka sama-sama anak panti asuhan dan sama-sama masih di bawah umur. Karena itu, kasus ini sekarang dalam proses penyelidikan intensif dan ditangani langsung oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Balikpapan," tambah Kompol Abu Sangit.

Tabir penyebab pasti kematian korban akhirnya terkuak setelah tim dokter forensik merampungkan proses autopsi pada jasad remaja malang tersebut. Dokter Forensik, dr. Heryadi Bawono Putro, Sp.FM, menjelaskan bahwa korban mengalami cedera fatal di area vitalnya.

"Kami telah melakukan autopsi pada Sabtu kemarin. Hasilnya, ditemukan pendarahan hebat di dalam kepala akibat kekerasan tumpul yang menjadi penyebab utama kematian korban," papar dr. Heryadi.Tak hanya luka dalam yang mematikan, tim medis juga menemukan sejumlah tanda kekerasan fisik di bagian luar tubuh korban. "Ada luka luar di area kepala, pipi, serta anggota gerak bagian atas (tangan)," imbuhnya.  

Hingga saat ini, penyidik dari Unit PPA Polresta Balikpapan masih mendalami kronologi lengkap peristiwa kelam tersebut, termasuk menggali motif atau pemicu utama yang menyulut perkelahian hingga merenggut nyawa sang remaja. (*)

Editor : Indra Zakaria
#balikpapan